<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>wekekek&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ajajaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ajajaja.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Oct 2009 08:53:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ajajaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>wekekek&#039;s Blog</title>
		<link>http://ajajaja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ajajaja.wordpress.com/osd.xml" title="wekekek&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ajajaja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>UUD</title>
		<link>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/05/uud/</link>
		<comments>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/05/uud/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 08:53:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajajaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajajaja.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL UNDANGUNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 DALAM SATU NASKAH MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEKRETARIAT JENDERAL UNDANGUNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 DALAM SATU NASKAH UNDANGUNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e ) Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajajaja.wordpress.com&amp;blog=9779924&amp;post=10&amp;subd=ajajaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT<br />
SEKRETARIAT JENDERAL<br />
UNDANGUNDANG<br />
DASAR<br />
NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945<br />
DALAM SATU NASKAH<br />
MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT<br />
SEKRETARIAT JENDERAL<br />
UNDANGUNDANG<br />
DASAR<br />
NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945<br />
DALAM SATU NASKAH<br />
UNDANGUNDANG<br />
DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA<br />
TAHUN 1945<br />
PEMBUKAAN<br />
( P r e a m b u l e )<br />
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh<br />
sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai<br />
dengan perikemanusiaan<br />
dan perikeadilan.<br />
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah<br />
kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat<br />
Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang<br />
merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.<br />
Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan<br />
oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat<br />
Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.<br />
Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara<br />
Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah<br />
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan<br />
bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan<br />
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah<br />
Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UndangUndang<br />
Dasar<br />
Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik<br />
Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan<br />
Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan<br />
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam<br />
Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial<br />
bagi seluruh rakyat Indonesia.<br />
UNDANGUNDANG<br />
DASAR<br />
BAB I<br />
BENTUK DAN KEDAULATAN<br />
Pasal 1<br />
(1) Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik.<br />
(2) Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang<br />
Dasar. ***)<br />
(3) Negara Indonesia adalah negara hukum. ***)<br />
BAB II<br />
MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT<br />
Pasal 2<br />
(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan<br />
Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan<br />
umum dan diatur lebih lanjut dengan undangundang.<br />
****)<br />
(2) Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima<br />
tahun di ibu kota negara.<br />
(3) Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara<br />
yang terbanyak.<br />
Pasal 3<br />
(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan<br />
UndangUndang<br />
Dasar. ***)<br />
(2) Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil<br />
Presiden. ***/****)<br />
(3) Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dapat memberhentikan Presiden<br />
dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UndangUndang<br />
Dasar. ***/****)<br />
BAB III<br />
KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA<br />
Pasal 4<br />
(1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut<br />
UndangUndang<br />
Dasar.<br />
(2) Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil<br />
Presiden.<br />
Pasal 5<br />
(1) Presiden berhak mengajukan rancangan undangundang<br />
kepada Dewan<br />
Perwakilan Rakyat *)<br />
(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undangundang<br />
sebagaimana mestinya.<br />
Pasal 6<br />
(1) Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara<br />
Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan<br />
lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta<br />
mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan<br />
kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden. ***)<br />
(2) Syaratsyarat<br />
untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden diatur lebih lanjut<br />
dengan undangundang.<br />
***)<br />
Pasal 6A<br />
(1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung<br />
oleh rakyat. ***)<br />
(2) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik<br />
atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan<br />
pemilihan umum. ***)<br />
(3) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih<br />
dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan<br />
sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih<br />
dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan<br />
Wakil Presiden. ***)<br />
(4) Dalam hal tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih<br />
dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua<br />
dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan<br />
yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan<br />
Wakil Presiden. ****)<br />
(5) Tata cara pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden lebih lanjut<br />
diatur dalam undangundang.<br />
***)<br />
Pasal 7<br />
Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan<br />
sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu<br />
kali masa jabatan. *)<br />
Pasal 7A<br />
Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa<br />
jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul Dewan Perwakilan<br />
Rakyat, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa<br />
pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat<br />
lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi<br />
syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. ***)<br />
Pasal 7B<br />
(1) Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh<br />
Dewan Perwakilan Rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya<br />
dengan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada Mahkamah<br />
Konstitusi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat Dewan<br />
Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah<br />
melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara,<br />
korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela;<br />
dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi<br />
memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. ***)<br />
(2) Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil<br />
Presiden telah melakukan pelanggaran hukum tersebut ataupun telah tidak<br />
lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah<br />
dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat.<br />
***)<br />
(3) Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah<br />
Konstitusi hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurangkurangnya<br />
2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam sidang<br />
paripurna yang dihadiri oleh sekurangkurangnya<br />
2/3 dari jumlah anggota<br />
Dewan Perwakilan Rakyat. ***)<br />
(4) Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa, mengadili, dan memutus dengan<br />
seadiladilnya<br />
terhadap pendapat Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling<br />
lama sembilan puluh hari setelah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat itu<br />
diterima oleh Mahkamah Konstitusi. ***)<br />
(5) Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil<br />
Presiden terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan<br />
terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau<br />
perbuatan tercela; dan/atau terbukti bahwa Presiden dan/atau Wakil<br />
Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil<br />
Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat menyelenggarakan sidang paripurna<br />
untuk meneruskan usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden<br />
kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. ***)<br />
(6) Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib menyelenggarakan sidang untuk<br />
memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lambat tiga puluh<br />
hari sejak Majelis Permusyawaratan Rakyat menerima usul tersebut. ***)<br />
(7) Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul pemberhentian<br />
Presiden dan/atau Wakil Presiden harus diambil dalam rapat paripurna<br />
Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dihadiri oleh sekurangkurangnya<br />
3/4 dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurangkurangnya<br />
2/3 dari<br />
jumlah anggota yang hadir, setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi<br />
kesempatan menyampaikan penjelasan dalam rapat paripurna Majelis<br />
Permusyawaratan Rakyat. ***)<br />
Pasal 7C<br />
Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan<br />
Rakyat.***)<br />
Pasal 8<br />
(1) Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan<br />
kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden<br />
sampai habis masa jabatannya. ***)<br />
(2) Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, selambatlambatnya<br />
dalam<br />
waktu enam puluh hari, Majelis Permusyawaratan Rakyat<br />
menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon<br />
yang diusulkan oleh Presiden. ***)<br />
(3) Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan atau<br />
tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara<br />
bersamaan, pelaksana tugas kepresidenan adalah Menteri Luar Negeri,<br />
Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pertahanan secara bersamasama.<br />
Selambatlambatnya<br />
tigapuluh hari setelah itu, Majelis Permusyawaratan<br />
Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil<br />
Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang<br />
diusulkan oleh partai polotik yang psangan calon Presiden dan Wakil<br />
Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan<br />
umum sebelumnya, sampai akhir masa jabatannya. ****)<br />
Pasal 9<br />
(1) Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah<br />
menurut agama, atau berjanji dengan sungguhsungguh<br />
dihadapan Majelis<br />
Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut :<br />
Sumpah Presiden (Wakil Presiden):<br />
“ Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik<br />
Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaikbaiknya<br />
dan<br />
seadiladilnya,<br />
memegang teguh UndangUndang<br />
Dasar dan menjalankan<br />
segala undangundang<br />
dan peraturannya dengan seluruslurusnya<br />
serta<br />
berbakti, kepada Nusa dan Bangsa”.<br />
Janji Presiden (Wakil Presiden) :<br />
“Saya berjanji dengan sungguhsungguh<br />
akan memenuhi kewajiban<br />
Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan<br />
sebaikbaiknya<br />
dan seadiladilnya,<br />
memegang teguh UndangUndang<br />
Dasar<br />
dan menjalankan segala undangundang<br />
dan peraturannya dengan seluruslurusnya<br />
serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa” . *)<br />
(2) Jika Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat tidak<br />
dapat mengadakan sidang, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah<br />
menurut agama, atau berjanji dengan sungguhsungguh<br />
di hadapan<br />
pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan disaksikan oleh<br />
pimpinan Mahkamah Agung. *)<br />
Pasal 10<br />
Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat,<br />
Angkatan Laut dan Angkatan Udara.<br />
Pasal 11<br />
(1) Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan<br />
perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain. ****)<br />
(2) Presiden dalam membuat perjanjian internasional lainnya yang<br />
menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang<br />
terkait dengan beban keuangan negara, dan/atau mengharuskan perubahan<br />
atau pembentukan undangundang<br />
harus dengan persetujuan Dewan<br />
Perwakilan Rakyat. ***)<br />
(3) Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional diatur dengan<br />
undangundang.<br />
***)<br />
Pasal 12<br />
Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syaratsyarat<br />
dan akibatnya<br />
keadaan bahaya ditetapkan dengan undangundang.<br />
Pasal 13<br />
(1) Presiden mengangkat duta dan konsul.<br />
(2) Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan<br />
Dewan Perwakilan Rakyat. *)<br />
(3) Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan menperhatikan<br />
pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. *)<br />
Pasal 14<br />
(1) Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan<br />
pertimbangan Mahkamah Agung. *)<br />
(2) Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan<br />
pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. *)<br />
Pasal 15<br />
Presiden memberi gelar, tanda jasa, dan lainlain<br />
tanda kehormatan yang<br />
diatur dengan undangundang.<br />
*)<br />
Pasal 16<br />
Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas<br />
memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, yang selanjutanya<br />
diatur dalam undangundang.<br />
****)<br />
BAB IV<br />
DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG<br />
Dihapus. ****)<br />
BAB V<br />
KEMENTERIAN NEGARA<br />
Pasal 17<br />
(1) Presiden dibantu oleh menterimenteri<br />
negara.<br />
(2) Menterimenteri<br />
itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. *)<br />
(3) Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan. *)<br />
(4) Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian negara diatur<br />
dalam undangundang.<br />
***)<br />
BAB VI<br />
PEMERINTAH DAERAH<br />
Pasal 18<br />
(1) Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerahdaerah<br />
provinsi dan<br />
daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiaptiap<br />
provinsi,<br />
kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur<br />
dengan undangundang.<br />
**)<br />
(2) Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan<br />
mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas<br />
pembantuan. **)<br />
(3) Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki Dewan<br />
Perwakilan Rakyat Daerah yang anggotaanggotanya<br />
dipilih melalui<br />
pemilihan umum. **)<br />
(4) Gubernur, Bupati dan Walikota masingmasing<br />
sebagai Kepala Pemerintah<br />
Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota dipilih secara demokratis. **)<br />
(5) Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluasluasnya,<br />
kecuali urusan<br />
pemerintahan yang oleh undangundang<br />
ditentukan sebagai urusan<br />
Pemerintah Pusat. **)<br />
(6) Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturanperaturan<br />
lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. **)<br />
(7) Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam<br />
undangundang.<br />
**)<br />
Pasal 18A<br />
(1) Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah<br />
provinsi, kabupaten, dan kota atau antara provinsi dan kabupaten dan kota,<br />
diatur dengan Undangundang<br />
dengan memperhatikan kekhususan dan<br />
keragaman daerah. **)<br />
(2) Hubungan keuangan, pelayanan umum, pemanfatan sumber daya alam dan<br />
sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah<br />
diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undangundang.<br />
**)<br />
Pasal 18B<br />
(1) Negara mengakui dan menghormati satuansatuan<br />
pemerintahan daerah<br />
yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan Undangundang.<br />
**)<br />
(2) Negara mengakui dan menghormati kesatuankesatuan<br />
masyarakat hukum<br />
adat serta hakhak<br />
tradisonalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan<br />
perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik<br />
Indonesia, yang diatur dalam undangundang.<br />
**)<br />
BAB VII<br />
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT<br />
Pasal 19<br />
(1) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih melalui pemilihan umum. **)<br />
(2) Susunan Dewan Perwakilan rakyat diatur dengan undangundang.<br />
**)<br />
(3) Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun. **)<br />
Pasal 20<br />
(1) Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undangundang.<br />
*)<br />
(2) Setiap rancangan undangundang<br />
dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat<br />
dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama. *)<br />
(3) Jika rancangan undangundang<br />
itu tidak mendapat persetujuan bersama,<br />
rancangan undangundang<br />
itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan<br />
Dewan Perwakilan Rakyat masa itu. *)<br />
(4) Presiden mengesahkan rancangan undangundang<br />
yang telah disetujui<br />
bersama untuk menjadi undangundang.<br />
*)<br />
(5) Dalam hal rancangan undangundang<br />
yang telah disetujui bersama tersebut<br />
tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu tiga puluh hari semenjak<br />
rancangan undangundang<br />
tersebut disetujui, rancangan undangundang<br />
tersebut sah menjadi undangundang<br />
dan wajib diundangkan. **)<br />
Pasal 20A<br />
(1) Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran dan<br />
fungsi pengawasan. **)<br />
(2) Dalam melaksanakan fungsinya, selain hak yang diatur dalam pasalpasal<br />
lain UndangUndang<br />
Dasar ini, Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak<br />
interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. **)<br />
(3) Selain hak yang diatur dalam pasalpasal<br />
lain UndangUndang<br />
Dasar ini,<br />
Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak mengajukan pertanyaan,<br />
menyampaikan usul dan pendapat, serta hak imunitas. **)<br />
(4) Ketentuan lebih lanjut tentang hak Dewan Perwakilan Rakyat dan hak<br />
anggota Dewan Perwakilan Rakyat diatur dalam undangundang.<br />
**)<br />
Pasal 21<br />
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan usul rancangan<br />
undangundang.<br />
*)<br />
Pasal 22<br />
(1) Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan<br />
peraturan pemerintah sebagai pengganti undangundang.<br />
(2) Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan<br />
Rakyat dalam persidangan yang berikut.<br />
(3) Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah itu harus<br />
dicabut.<br />
Pasal 22A<br />
Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara pembentukan undangundang<br />
diatur dengan undangundang.<br />
**)<br />
Pasal 22B<br />
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dapat diberhentikan dari jabatannya,<br />
yang syaratsyarat<br />
dan tata caranya diatur dalam undangundang.<br />
**)<br />
BAB VIIA ***)<br />
DEWAN PERWAKILAN DAERAH<br />
Pasal 22C<br />
(1) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dipilih dari setiap provinsi melalui<br />
pemilihan umum. ***)<br />
(2) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari setiap provinsi jumlahnya sama<br />
dan jumlah seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah itu tidak lebih dari<br />
sepertiga jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat. ***)<br />
(3) Dewan Perwakilan Daerah bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.<br />
***)<br />
(4) Susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Daerah diatur dengan<br />
undangundang.<br />
***)<br />
Pasal 22D<br />
(1) Dewan Perwakilan Daerah dapat mengajukan kepada Dewan Perwakilan<br />
Rakyat rancangan undangundang<br />
yang berkaitan dengan otonomi daerah,<br />
hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta<br />
penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya<br />
ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan<br />
pusat dan daerah. ***)<br />
(2) Dewan Perwakilan Daerah ikut membahas rancangan undangundang<br />
yang<br />
berkaitan dengan otonomi daerah; hubungan pusat dan daerah;<br />
pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah; pengelolaan sumber<br />
daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta perimbangan keuangan<br />
pusat dan daerah; serta memberikan pertimbangan kepada Dewan<br />
Perwakilan Rakyat atas rancangan undangundang<br />
anggaran pendapatan<br />
dan belanja negara dan rancangan undangundang<br />
yang berkaitan dengan<br />
pajak, pendidikan, dan agama. ***)<br />
(3) Dewan Perwakilan Daerah dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan<br />
undangundang<br />
mengenai : otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan<br />
penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber<br />
daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan anggaran<br />
pendapatan dan belanja negara, pajak, pendidikan, dan agama serta<br />
menyampaikan hasil pengawasannya itu kepada Dewan Perwakilan Rakyat<br />
sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti. ***)<br />
(4) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dapat diberhentikan dari jabatannya,<br />
yang syaratsyarat<br />
dan tata caranya diatur dalam undangundang.<br />
***)<br />
BAB VIIB ***)<br />
PEMILIHAN UMUM<br />
Pasal 22E<br />
(1) Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia,<br />
jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. ***)<br />
(2) Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan<br />
Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan<br />
Perwakilan Rakyat Daerah. ***)<br />
(3) Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat<br />
dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah partai politik. ***)<br />
(4) Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah<br />
adalah perseorangan. ***)<br />
(5) Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang<br />
bersifat nasional, tetap, dan mandiri. ***)<br />
(6) Ketentuan lebih lanjut tentang pemilihan umum diatur dengan undangundang.<br />
***)<br />
BAB VIII<br />
HAL KEUANGAN<br />
Pasal 23<br />
(1) Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud dari pengelolaan<br />
keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan undangundang<br />
dan<br />
dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesarbesarnya<br />
kemakmuran rakyat. ***)<br />
(2) Rancangan undangundang<br />
anggaran pendapatan dan belanja negara<br />
diajukan oleh Presiden untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat<br />
dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah. ***)<br />
(3) Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui rancangan anggaran<br />
pendapatan dan belanja negara yang diusulkan oleh Presiden, Pemerintah<br />
menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun yang lalu.<br />
***)<br />
Pasal 23A<br />
Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara<br />
diatur dengan undangundang.<br />
***)<br />
Pasal 23B<br />
Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undangundang.<br />
****)<br />
Pasal 23C<br />
Halhal<br />
lain mengenai keuangan negara diatur dengan undangundang.<br />
***)<br />
Pasal 23D<br />
Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan, kedudukan,<br />
kewenangan, tanggung jawab, dan independensinya diatur dengan undangundang.<br />
****)<br />
BAB VIIIA ***)<br />
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN<br />
Pasal 23E<br />
(1) Untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan<br />
negara diadakan satu Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri.<br />
***)<br />
(2) Hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada Dewan Perwakilan<br />
Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,<br />
sesuai dengan kewenangannya. ***)<br />
(3) Hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan<br />
dan/atau badan sesuai dengan undangundang.<br />
***)<br />
Pasal 23F<br />
(1) Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat<br />
dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan<br />
diresmikan oleh Presiden. ***)<br />
(2) Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan dipilih dari dan oleh anggota. ***)<br />
Pasal 23G<br />
(1) Badan Pemeriksa Keuangan berkedudukan di ibu kota negara, dan memiliki<br />
perwakilan di setiap provinsi. ***)<br />
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai Badan Pemeriksa Keuangan diatur dengan<br />
undangundang.<br />
***)<br />
BAB IX<br />
KEKUASAAN KEHAKIMAN<br />
Pasal 24<br />
(1) Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk<br />
menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. ***)<br />
(2) Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan<br />
peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum,<br />
lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan<br />
peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. ***)<br />
(3) Badanbadan<br />
lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman<br />
diatur dalam undangundang.<br />
****)<br />
Pasal 24A<br />
(1) Mahkamah Agung berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji<br />
peraturan perundangundangan<br />
di bawah undangundang<br />
terhadap<br />
undangundang,<br />
dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh<br />
undangundang.<br />
***)<br />
(2) Hakim agung harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela,<br />
adil, profesional, dan berpengalaman di bidang hukum. ***)<br />
(3) Calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial kepada Dewan Perwakilan<br />
Rakyat untuk mendapatkan persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai<br />
hakim agung oleh Presiden. ***)<br />
(4) Ketua dan wakil ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh hakim agung.<br />
***)<br />
(5) Susunan, kedudukan, keanggotaan, dan hukum acara Mahkamah Agung<br />
serta badan peradilan di bawahnya diatur dengan undangundang.<br />
***)<br />
Pasal 24B<br />
(1) Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan<br />
pengangkatan hakim agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka<br />
menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku<br />
hakim. ***)<br />
(2) Anggota Komisi Yudisial harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman di<br />
bidang hukum serta memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela.<br />
***)<br />
(3) Anggota Komisi Yudisial diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan<br />
persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. ***)<br />
(4) Susunan, kedudukan, dan keanggotaan Komisi Yudisial diatur dengan<br />
undangundang.<br />
***)<br />
Pasal 24C<br />
(1) Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan<br />
terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undangundang<br />
terhadap UndangUndang<br />
Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga<br />
negara yang kewenangannya diberikan oleh UndangUndang<br />
Dasar,<br />
memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang<br />
hasil pemilihan umum. ***)<br />
(2) Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat Dewan<br />
Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau<br />
Wakil Presiden menurut UndangUndang<br />
Dasar. ***)<br />
(3) Mahkamah Konstitusi mempunyai sembilan orang anggota hakim konstitusi<br />
yang ditetapkan oleh Presiden, yang diajukan masingmasing<br />
tiga orang<br />
oleh Mahkamah Agung, tiga orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat, dan tiga<br />
orang oleh Presiden. ***)<br />
(4) Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh hakim<br />
konstitusi. ***)<br />
(5) Hakim konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak<br />
tercela, adil, negarawan yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan,<br />
serta tidak merangkap sebagai pejabat negara. ***)<br />
(6) Pengangkatan dan pemberhentian hakim konstitusi, hukum acara serta<br />
ketentuan lainnya tentang Mahkamah Konstitusi diatur dengan undangundang.<br />
***)<br />
Pasal 25<br />
Syaratsyarat<br />
untuk menjadi dan untuk diperhentikan sebagai hakim<br />
ditetapkan dengan undangundang.<br />
BAB IXA **)<br />
WILAYAH NEGARA<br />
Pasal 25A****)<br />
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan<br />
yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batasbatas<br />
dan hakhaknya<br />
ditetapkan dengan undangundang.<br />
**)<br />
BAB X<br />
WARGA NEGARA DAN PENDUDUK **)<br />
Pasal 26<br />
(1) Yang menjadi warga negara ialah orangorang<br />
bangsa Indonesia asli dan<br />
orangorang<br />
bangsa lain yang disahkan dengan undangundang<br />
sebagai<br />
warga negara.<br />
(2) Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat<br />
tinggal di Indonesia. **)<br />
(3) Halhal<br />
mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undangundang.<br />
**)<br />
Pasal 27<br />
(1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan<br />
pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan<br />
tidak ada kecualinya.<br />
(2) Tiaptiap<br />
warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak<br />
bagi kemanusiaan.<br />
(3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan<br />
negara. **)<br />
Pasal 28<br />
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan<br />
lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undangundang.<br />
BAB XA **)<br />
HAK ASASI MANUSIA<br />
Pasal 28A<br />
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup<br />
dan kehidupannya. **)<br />
Pasal 28B<br />
(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan<br />
melalui perkawinan yang sah. **)<br />
(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang<br />
serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. **)<br />
Pasal 28C<br />
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan<br />
dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu<br />
pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas<br />
hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. **)<br />
(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan<br />
haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan<br />
negaranya. **)<br />
Pasal 28D<br />
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian<br />
hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum. **)<br />
(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan<br />
yang adil dan layak dalam hubungan kerja. **)<br />
(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam<br />
pemerintahan. **)<br />
(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. **)<br />
Pasal 28E<br />
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya,<br />
memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih<br />
kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan<br />
meninggalkannya, serta berhak kembali. **)<br />
(2) Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran<br />
dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. **)<br />
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan<br />
mengeluarkan pendapat. **)<br />
Pasal 28F<br />
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi<br />
untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk<br />
mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan<br />
informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. **)<br />
Pasal 28G<br />
(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan,<br />
martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas<br />
rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau<br />
tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. **)<br />
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang<br />
merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka<br />
politik dari negara lain. **)<br />
Pasal 28H<br />
(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan<br />
medapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh<br />
pelayanan kesehatan. **)<br />
(2) Setiap orang mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk<br />
memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai<br />
persamaan dan keadilan. **)<br />
(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan<br />
pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. **)<br />
(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut<br />
tidak boleh diambil alih secara sewenangwenang<br />
oleh siapa pun. **)<br />
Pasal 28I<br />
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati<br />
nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui<br />
sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar<br />
hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat<br />
dikurangi dalam keadaan apa pun. **)<br />
(2) Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas<br />
dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan<br />
yang bersifat diskriminatif itu. **)<br />
(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan<br />
perkembangan zaman dan peradaban. **)<br />
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia<br />
adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah. **)<br />
(5) Untuk menegakan dan melindungi hak assi manusia sesuai dengan prinsip<br />
negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia<br />
dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundanganundangan.<br />
**)<br />
Pasal 28J<br />
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib<br />
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. **)<br />
(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk<br />
kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undangundang<br />
dengan<br />
maksud sematamata<br />
untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas<br />
hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai<br />
dengan pertimbangan moral, nilainilai<br />
agama, keamanan, dan ketertiban<br />
umum dalam suatu masyarakat demokratis. **)<br />
BAB XI<br />
A G A M A<br />
Pasal 29<br />
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.<br />
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiaptiap<br />
penduduk untuk memeluk<br />
agamanya masingmasing<br />
dan untuk beribadat menurut agamanya dan<br />
kepercayaannya itu.<br />
BAB XII<br />
PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA **)<br />
Pasal 30<br />
(1) Tiaptiap<br />
warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha<br />
pertahanan dan keamanan negara. **)<br />
(2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem<br />
pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia<br />
dan Kepolisian Negara Indonesia Republik Indonesia, sebagai kekuatan<br />
utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung. **)<br />
(3) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan<br />
Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan,<br />
melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. **)<br />
(4) Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga<br />
kemanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi,<br />
melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. **)<br />
(5) Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara<br />
Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan<br />
Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya,<br />
syaratsyarat<br />
keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan<br />
keamanan diatur dengan undangundang.<br />
**)<br />
BAB XIII<br />
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN****)<br />
Pasal 31<br />
(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. ****)<br />
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah<br />
wajib membiayainya. ****)<br />
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan<br />
nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia<br />
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan<br />
undangundang.<br />
****)<br />
(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya<br />
dua<br />
puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari<br />
aggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan<br />
penyelenggaraan pendidikan nasional. ****)<br />
(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dengan<br />
menjunjung tinggi nilainilai<br />
agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan<br />
peradaban serta kesejahteraan umat manusia. ****)<br />
Pasal 32<br />
(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban<br />
dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dalam<br />
mengembangkan nilainilai<br />
budayanya. ****)<br />
(2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan<br />
budaya nasional. ****)<br />
BAB XIV<br />
PEREKONOMIAN NASIONAL DAN<br />
KESEJAHTERAAN SOSIAL****)<br />
Pasal 33<br />
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas<br />
kekeluargaan.<br />
(2) Cabangcabang<br />
produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai<br />
hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.<br />
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai<br />
oleh negara dan dipergunakan untuk sebesarbesar<br />
kemakmuran rakyat.<br />
(4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi<br />
dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan,<br />
berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga<br />
keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. ****)<br />
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam<br />
undangundang.<br />
****)<br />
Pasal 34<br />
(1) Fakir miskin dan anakanak<br />
terlantar dipelihara oleh negara. ****)<br />
(2) Negara mengembangkan sistim jaminan sosial bagi seluruah rakyat dan<br />
memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan<br />
martabat kemanusiaan. ****)<br />
(3) Negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan<br />
dan fasilitas pelayanan umum yang layak. ****)<br />
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam<br />
undangundang.<br />
****)<br />
BAB XV<br />
BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA , SERTA<br />
LAGU KEBANGSAAN **)<br />
Pasal 35<br />
Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.<br />
Pasal 36<br />
Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia.<br />
Pasal 36A<br />
Lambang negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka<br />
Tunggal Ika. **)<br />
Pasal 36B<br />
Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya. **)<br />
Pasal 36C<br />
Ketentuan lebih lanjut mengenai Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara,<br />
serta Lagu Kebangsaan diatur dengan undangundang.<br />
**)<br />
BAB XVI<br />
PERUBAHAN UNDANGUNDANG<br />
DASAR<br />
Pasal 37<br />
(1) Usul perubahan pasalpasal<br />
UndangUndang<br />
Dasar dapat diagendakan<br />
dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat apabila diajukan oleh<br />
sekurangkurangnya<br />
1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan<br />
Rakyat. ****)<br />
(2) Setiap usul perubahan pasalpasal<br />
UndangUndang<br />
Dasar diajukan secara<br />
tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah<br />
beserta alasannya. ****)<br />
(3) Untuk mengubah pasalpasal<br />
UndangUndang<br />
Dasar, sidang Majelis<br />
Permusyawaratan Rakyat dihadiri sekurangkurangnya<br />
2/3 dari jumlah<br />
anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. ****)<br />
(4) Putusan untuk mengubah pasalpasal<br />
UndangUndang<br />
Dasar dilakukan<br />
dengan persetujuan sekurangkurangnya<br />
limapuluh persen ditambah satu<br />
anggota dari seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. ****)<br />
(5) Khusus mengenai bentuk negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat<br />
dilakukan perubahan. ****)<br />
ATURAN PERALIHAN<br />
Pasal I<br />
Segala peraturan perundangundangan<br />
yang ada masih tetap berlaku<br />
selama belum diadakan yang baru menurut UndangUndang<br />
Dasar ini. ****)<br />
Pasal II<br />
Semua lembaga negara yang ada masih tetap berfungsi sepanjang untuk<br />
melaksanakan ketentuan UndangUndang<br />
Dasar dan belum diadakan yang baru<br />
menurut UndangUndang<br />
Dasar ini. ****)<br />
Pasal III<br />
Mahkamah Konstitusi dibentuk selambatlambatnya<br />
pada 17 Agustus 2003<br />
dan sebelum dibentuk segala kewenangannya dilakukan oleh Mahkamah Agung.<br />
****)<br />
ATURAN TAMBAHAN<br />
Pasal I<br />
Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan<br />
terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat<br />
Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil<br />
putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003. ****)<br />
Pasal II<br />
Dengan ditetapkannya perubahan UndangUndang<br />
Dasar ini, UndangUndang<br />
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan<br />
dan pasalpasal.<br />
****)<br />
_________</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajajaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajajaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajajaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajajaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajajaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajajaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajajaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajajaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajajaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajajaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajajaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajajaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajajaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajajaja.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajajaja.wordpress.com&amp;blog=9779924&amp;post=10&amp;subd=ajajaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/05/uud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0a3e746c52b700b4ebd9963cc080a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajajaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jaringan</title>
		<link>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/jaringan/</link>
		<comments>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/jaringan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 15:46:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajajaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajajaja.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Jaringan Internet Pengertian Jaringan Jaringan atau Network adalah sebuah kompulan komputer yang saling terhubung satu dengan lainnya dan berkomunikasi untuk saling melakukan perpindahan data dan berbagi informasi. Komputer – komputer ini tidak serta merta terhubung satu dengan yang lainnya tetapi menggunakan peralatan – peralatan tertentu agar dapat terhubung. LAN, MAN, WAN, Internet Local Area Network [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajajaja.wordpress.com&amp;blog=9779924&amp;post=8&amp;subd=ajajaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jaringan Internet</p>
<h1>Pengertian Jaringan</h1>
<p>Jaringan atau Network adalah sebuah kompulan komputer yang saling terhubung satu dengan lainnya dan berkomunikasi untuk saling melakukan perpindahan data dan berbagi informasi. Komputer – komputer ini tidak serta merta terhubung satu dengan yang lainnya tetapi menggunakan peralatan – peralatan tertentu agar dapat terhubung.</p>
<ol>
<li>LAN, MAN, WAN, Internet</li>
</ol>
<ol>
<li>Local Area Network (LAN)</li>
</ol>
<p>Jaringan ini disebut jaringan area lokal, yaitu jaringan yang terbatas untuk area kecil, seperti pada lingkungan perkantoran di sebuah gedung, sekolah, atau kampus. Dalam jaringan LAN terdapat satu komputer biasanya dijadikan file server. Fungsinya adalah untuk memberikan layanan perangkat lunak (software), mengatur aktivitas jaringan dan menyimpan file. Selain adanya komputer server, ada pula komputer lain yang terhubung dalam jaringan (network) yang disebut dengan workstation (client). Pada umumnya teknologi jaringan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan komputer-komputer yang digunakan.</p>
<p>LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik yaitu ukuran, teknologi transmisi, dan topologinya. LAN mempunyai ukuran yang terbatas yang berarti sewaktu transmisi data terburuknya dapat diketahui sebelumnya sehingga memudahkan pengaturan jaringan. Teknologi transmisi yang biasa digunakan adalah transmisi kabel tunggal. Pada LAN biasa atau tradisional, kecepatan transmisi sekitar 10-100 Mbps (megabit per sekon) dengan delay rendah (sekitar puluhan mikrosekon) dan faktor kesalahan kecil. LAN modern dapat beroperasi dengan kecepatan tinggi sampai ratusan megabit per sekon. Topologi yang biasa digunakan biasanya topologi bus dan ring dengan teknologi transmisi broadcast.</p>
<ol>
<li>Metropolitan Area Network (MAN)</li>
</ol>
<p>Jaringan ini mempunyai area jaringan lebih luas daripada LAN atau disebut sebagai jaringan Area Metropolitan yang menjangkau antarwilayah dalam satu provinsi. Jaringan MAN menghubungkan jaringan-jaringan kecil yang ada, seperti LAN menuju kepada lingkungan area yang lebih besar. Sebagai contoh, beberapa bank yang memiliki jaringan komputer di setiap cabangnya dapat berhubungan satu sama lain sehingga setiap nasabahnya dapat melakukan transaksi menyimpan uang, mengambil uang, atau transaksi lainnya di cabang manapun dalam provinsi yang sama.</p>
<p>Teknologi MAN mampu mendukung data dan suara dan dapat berhubungan dengan jaringan televise kabel. Standar yang ditentukan dalam arsitektur MAN menggunakan standar DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standard IEEE (Institute of Electricals and Electronic Engineer). DQDB terdiri atas dua buah kabel unidirectional. Semua komputer dihubungkan dengan setiap bus mempunyai head-end, yaitu perangkat untuk memulai aktivitas transmisi data. Lalu lintas yang menuju komputer yang berada di sebelah kanan menggunakan bus bagian atas, sedangkan lali lintas yang menuju komputer ke arah kiri menggunakan bus yang berada di bawah.</p>
<ol>
<li>Wide Area Network (WAN)</li>
</ol>
<p>Jaringan ini mencakup geografis dengan luas area yang mampu menjangkau batas provinsi bahkan sampai negara yang ada di belahan lain bumi ini. Jaringan WAN dapat menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya menggunakan satelit atau kabel bawah laut. Komunikasi dan transformasi data dapat dilakukan dalam beberapa menit antarkomputer dari beberapa wilayah atau dari beberapa negara dengan menggunakan perangkat mesin atau komputer yang disebut sebagai host. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi. Subnet membawa pesan dari host ke host lainnya. Topologi yang digunakan WAN biasanya topologi tak menentu. Kecepatan data transfer data pada WAN terbatas sampai 64 Kbps.</p>
<ol>
<li>Internet</li>
</ol>
<p>Istilah internet merupakan singkatan dari interconnected networking. Internet adalah gabungan jaringan komputer di seluruh dunia yang membentuk suatu sistem jaringan informasi global. Jika komputer kita telah tehubung ke jaringan internet, kita dapat mengakses informasi lain yang juga terhubung dengan internet.</p>
<p>Di internet, ada dua tipe komputer, yaitu komputer server dan komputer client. Informasi dan layanan yang ada di internet disediakan oleh komputer server, sedangkan komputer client hanya dapat mengakses informasi atau layanan di komputer server tersebut. Jadi, informasi dan layanan yang dapat diakses si internet disediakan oleh komputer server. Komputer client tidak menyediakan informasi atau layanan apapun yang dapat diakses oleh komputer lain di internet. Jika kita mengakses internet di warnet, di sekolah, ataupun di rumah, komputer yang kita gunakan merupakan komputer client.</p>
<ol>
<li>Topologi Jaringan</li>
</ol>
<ol>
<li>Topologi Jaringan Bus</li>
</ol>
<p>Dalam topologi jaringan bus, komputer yang berfungsi sebagai server dan workstation dihubungkan oleh kabel tunggal atau kabel pusat. Keunggulannya adalah mudah dalam menambah workstation baru tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahannya bila terjadi gangguan kabel pusat, maka seluruh jaringan dalam workstation akan terganggu.</p>
<ol>
<li>Topologi Jaringan Ring</li>
</ol>
<p>Dalam jaringan ring, komputer sentral dihubungkan dengan komputer sentral lainnya atau workstation lainnya sehingga membentuk lingkaran jaringan. Dalam proses informasi, setiap server dan workstation akan menerima dan melewati satu komputer ke komputer lain. Informasi hanya bisa diterima bila sesuai dengan alamat server atau workstation dan bila tidak sesuai alamat server atau workstation, informasi akan dilewatkan. Keunggulannya, pada topologi ring tidak akan terjadi tabrakan data karena hanya satu node yang dapat mengirimkan data pada satu saat pengiriman. Kelemahannya, setiap node akan menerima informasi dan mengelolanya untuk selanjutnya diterima atau dilewatkan, sehingga bila terjadi gangguan pada salah satu node, maka seluruh jaringan akan terganggu.</p>
<ol>
<li>Topologi Jaringan Star</li>
</ol>
<p>Topologi jaringan star hanya memiliki satu komputer sebagai sentral. Setiap komputer dalam jaringan dihubungkan ke komputer server secara langsung atau melalui hub dengan tingkat kerumitan lebih ringan dibandingkan dengan mesh. Keunggulannya adalah penambahan jumlah saluran hanya dilakukan oleh satu komputer saja sebagai sentral dengan menggunakan hub, dapat meningkatkan untuk kerja jaringan, dan memiliki bandwidth atau lebar jalur komunikasi yang lancar karena setiap komputer mempunyai kabel sendiri dan bila terjadi gangguan pada salah satu kabel, maka workstation yang bersangkutan saja yang mengalami gangguan dengan server. Pada mesh, penambahan komputer sentral berarti penambahan pada setiap komponen sentral. Kelemahan sistem ini membuat komputer sentral memiliki beban yang cukup berat yang memungkinkan terjadinya kerusakan atau gangguan pada komputer sentral. Selain itu, jaringan jenis ini membutuhkan banyak kabel.</p>
<ol>
<li>Topologi Jaringan Mesh</li>
</ol>
<p>Pada topologi jaringan mesh, semua komputer yang terhubung adalah sentral atau node. Setiap komputer sentral ini terhubung secara penuh. Setiap komputer harus menyediakan jumlah saluran yang dibutuhkan oleh komputer sentral lainnya dengan jumlah saluran yang dibutuhkan oleh setiap komputer dihitung dengan rumus jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n=jumlah sentral), sedangkan kebutuhan kabel untuk seluruh komputer dihitung dengan rumus ½nx(n-1). Kelemahan topologi jaringan ini adalah kurang ekonomis dan relatif mahal dalam pengoperasiannya. Semakin banyak jumlah sentral, maka tingkat kerumitan dalam saluran semakin tinggi.</p>
<ol>
<li>Jaringan Peer to Peer</li>
</ol>
<p>Merupakan jaringan yang terdiri dari beberapa komputer di mana setiap komputer dapat bertindak sebagai server atau bertindak sebagai client. Keamanan data dan file ditentukan oleh masing-masing komputer. Jaringan ini tidak memerlukan software khusus seperti halnya jaringan server. Setiap komputer kemungkinan bisa berbagi sumber daya yang dimilikinya, seperti: berbagi file, printer, CD-ROM, dan berkomunikasi.</p>
<ol>
<li>Jaringan Kabel dan Nirkabel</li>
</ol>
<ol>
<li>Jaringan Kabel (Wireline)</li>
</ol>
<p>Fungsi jaringan adalah untuk berbagi sumber daya yang dimiliki dan untuk berkomunikasi secara elektronik. Sebuah jaringan biasanya terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling berhubungan. Jaringan komputer wireline bekerja dengan menggunakan kabel-kabel sebagai penghubung antarkomputer.</p>
<p>Kabel yang dapat digunakan adalah kabel coaxial, twisted pair dan serat optic. Pada setiap komputer harus dilengkapi dengan kartu antarmuka yang disebut dengan NIC (Network Interface Card) atau LAN (Local Area Network). Jaringan kabel biasanya digunakan pada area yang kecil, misalnya dalam satu ruangan dan gedung. Setiap komputer yang terhubung dalam jaringan memiliki MAC Address atau IP Address (Internet Protocol) yang berbeda-beda.</p>
<p>Keunggulan dari jaringan wireline adalah:</p>
<p>v  Transmisi data 10 s.d. 100 Mbps</p>
<p>v  Delay atau waktu koneksi antarkomputer cepat</p>
<p>v  Transmisi data berjalan dengan lancar</p>
<p>v  Biaya peralatan terjangkau</p>
<p>Kelemahan dari jaringan wireline adalah:</p>
<p>v  Penggunaan terbatas pada satu tempat yang terjangkau kabel</p>
<p>v  Waktu untuk instalasi lama</p>
<p>v  Membutuhkan tempat dan lokasi jaringan yang permanent</p>
<p>v  Membutuhkan biaya perawatan rutin</p>
<p>v  Sulit untuk berpindah tempat</p>
<ol>
<li>Jaringan Nirkabel (Wireless)</li>
</ol>
<p>Seiring dengan kecanggihan teknologi informasi, yntuk membangun sebuah jaringan komputer dapat dimungkinkan tanpa menggunakan kabel (nirkabel). Untuk pengganti kabel sebagai penghubung dapat digunakan gelombang radio, infrared, bluetooth, dan melalui gelombang mikro. Komputer mobile, seperti notebook dan PDA merupakan komputer yang dapat digunakan pada jaringan nirkabel.</p>
<p>Jaringan nirkabel memiliki keunggulan dan keuntungan dibandingkan dengan jaringan dengan kabel walaupun ada juga kelemahannya.</p>
<p>Keunggulan dan keuntungan dari jaringan nirkabel adalah:</p>
<p>v  Mobilitas</p>
<p>v  Kecepatan instalasi</p>
<p>v  Fleksibilitas tempat</p>
<p>v  Pengurangan anggaran biaya</p>
<p>v  Kemampuan jangkauan</p>
<p>Kelemahan dari jaringan nirkabel adalah:</p>
<p>v  Jumlah transmisi data lebih rendah daripada jaringan yang menggunakan kabel</p>
<p>v  Transmisi data dari komputer yang berbeda dapat mengganggu satu sama lain</p>
<p>v  Biaya peralatan mahal</p>
<p>v  Adanya delay atau waktu koneksi yang besar</p>
<p>v  Adanya masalah propagasi radio</p>
<p>v  Kapasitas jaringan terbatas</p>
<p>v  Keamanan data kurang terjamin</p>
<p>v  Sinyalnya terputus-putus yang disebabkan oleh benda yang menghalangi sinyal</p>
<p>Jaringan nirkabel biasanya dibangun pada lembaga pendidikan seperti sekolah dan universitas, yang mencapai jaringan 50-100  meter dari pusat wireless atau hotspot. Pembangunan jaringan nirkabel pada area kecil sangat sederhana sekali, kita hanya membutuhkan satu buah wireless access point sebagai hotspot dan beberapa wireless card adapter yang dipasangkan pada setiap komputer.</p>
<p>Untuk jaringan nirkabel yang lebih luas dapat menggunakan microwave yang akan dihubungkan melalui satelit. Gelombang mikro dapat mencapai jarak yang jauh dan luas. Jaringan nirkabel dengan microwave memerlukan biaya yang sangat mahal.</p>
<p>Aplikasi yang menggunakan microwave banyak ditawarkan oleh perusahaan komunikasi satelit broadcast. Dengan media transmisi multicast via satelit, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah pengiriman data, siaran langsung audio dan video. Pengiriman data dan informasi melalui media transmisi multicast dengan teknologi satelit digital dirasakan lebih ekonomis dan efisien karena ISP sebagai penyedia jasa layanan Internet mampu menjangkau belahan dunia dengan jumlah pelanggan atau pengguna Internet yang banyak.</p>
<p>Peralatan-Peralatan yang Dibutuhkan untuk Membentuk Suatu Jaringan Komputer</p>
<p><strong> </strong>Berikut ini adalah peralatan – peralatan yang digunakan didalam membangun sebuah jaringan atau network.</p>
<ul>
<li>Komputer yang akan      digunakan sebagai Server</li>
<li>Beberapa komputer untuk      workstation</li>
<li>NIC (Network Interface      Card)</li>
<li>Wireless LAN</li>
<li>HUB atau Swicth yang      mendukung F/O</li>
<li>Swicth Wireless</li>
<li>Kabel UTP</li>
<li>Kabel Telepon</li>
<li>Conector RJ45 dan RJ11</li>
<li>VDSL Converter</li>
<li>UPS jika diperlukan</li>
</ul>
<p align="left">Peralatan tersebut merupakan kebutuhan standar dan harus ada untuk sebuah jaringan. Kemudian apabila jaringan komputer di kantor Anda akan ditingkatkan atau lebih besar lagi harus ditambah beberapa hardware lain seperti:</p>
<ul>
<li>Repeater</li>
<li>Bridge</li>
<li>Router</li>
<li>Gateway</li>
</ul>
<p align="left">Seperti telah dijelaskan di atas komponen jaringan, misalnya untuk Warnet atau jaringan di kantor yang hanya melibatkan beberapa gedung perkantoran yang jaraknya antara 100 – 1000 Meter serta memiliki node sekitar 10 sampai 200 unit komputer. Dengan beberapa komponen tersebut Anda sudah bisa membangun jaringan. Untuk mengetahui masing-masing komponen tersebut berikut akan dijelaskan secara singkat dan sederhana.</p>
<p align="left">
<p align="left">
<p align="left">
<p align="left">
<p align="left">
<p><strong><em>Jenis-Jenis Card pada Jaringan</em></strong></p>
<p><strong><em>NIC</em></strong></p>
<p>(Network Interface Card) adalah sebuah <a title="Kartu ekspansi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_ekspansi">kartu</a> yang berfungsi sebagai jembatan dari <a title="Komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer">komputer</a> ke sebuah <a title="Jaringan komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer">jaringan komputer</a>. Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC <a title="Ethernet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ethernet">Ethernet</a>, <a title="Token Ring" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Token_Ring">Token Ring</a>, dan lainnya; sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai <a title="MAC address" href="http://id.wikipedia.org/wiki/MAC_address">MAC address</a>, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.NIC dibedakan menjadi 2,yaitu:</p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong><strong><em>NIC fisik</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>NIC fisik umumnya berupa kartu yang dapat ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motherboard komputer, yang dapat berupa kartu dengan <a title="Bus ISA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bus_ISA">bus ISA</a>, <a title="Bus PCI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bus_PCI">bus PCI</a>, <a title="Bus EISA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bus_EISA">bus EISA</a>, <a title="Bus MCA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bus_MCA">bus MCA</a>, atau <a title="Bus PCI Express (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bus_PCI_Express&amp;action=edit&amp;redlink=1">bus PCI Express</a>. Selain berupa kartu-kartu yang ditancapkan ke dalam motherboard, NIC fisik juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu dengan <a title="Bus USB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bus_USB">bus USB</a>, <a title="PCMCIA (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=PCMCIA&amp;action=edit&amp;redlink=1">PCMCIA</a>, <a title="Bus serial (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bus_serial&amp;action=edit&amp;redlink=1">bus serial</a>, <a title="Bus paralel (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bus_paralel&amp;action=edit&amp;redlink=1">bus paralel</a> atau <a title="Express Card (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Express_Card&amp;action=edit&amp;redlink=1">Express Card</a>, sehingga meningkatkan mobilitas (bagi pengguna yang mobile).<br />
Kartu NIC Fisik terbagi menjadi dua jenis, yakni:<br />
Kartu NIC dengan media jaringan yang spesifik (Media-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis berdasarkan media jaringan yang digunakan. Contohnya adalah NIC <a title="Ethernet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ethernet">Ethernet</a>, yang dapat berupa <a title="Twisted-Pair (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Twisted-Pair&amp;action=edit&amp;redlink=1">Twisted-Pair</a> (UTP atau STP), <a title="10Base2" href="http://id.wikipedia.org/wiki/10Base2">Thinnet</a>, atau <a title="10Base5" href="http://id.wikipedia.org/wiki/10Base5">Thicknet</a>, atau bahkan tanpa kabel (Wireless Ethernet).<br />
Kartu NIC dengan arsitektur jaringan yang spesifik (architecture-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis, sesuai dengan arsitektur jaringan yang digunakan. Contohnya adalah <a title="Ethernet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ethernet">Ethernet</a>, <a title="Token Ring" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Token_Ring">Token Ring</a>, serta <a title="FDDI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/FDDI">FDDI (Fiber Distributed Data Interface)</a>, yang kesemuanya itu menggunakan NIC yang berbeda-beda. Kartu NIC Ethernet dapat berupa Ethernet 10 Megabit/detik, 100 Megabit/detik, 1 Gigabit/detik atau 10 Gigabit/detik.<br />
Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan. Media yang umum digunakan, antara lain adalah kabel UTP Category 5 atau Enhanced Category 5 (Cat5e), kabel fiber-optic, atau radio (jika memang tanpa kabel).<br />
Komputer dapat berkomunikasi dengan NIC dengan menggunakan beberapa metode, yakni <a title="Memory-mapped I/O (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Memory-mapped_I/O&amp;action=edit&amp;redlink=1">I/O yang dipetakan ke memori</a>, <a title="DMA (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=DMA&amp;action=edit&amp;redlink=1">Direct Memory Access (DMA)</a>, atau <a title="Shared memory (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Shared_memory&amp;action=edit&amp;redlink=1">memory yang digunakan bersama-sama</a>. Sebuah aliran data paralel akan dikirimkan kepada kartu NIC dan disimpan terlebih dahulu di dalam memori dalam kartu sebelum dipaketkan menjadi beberapa frame berbeda-beda, sebelum akhirnya dapat ditransmisikan melalui media jaringan. Proses pembuatan frame ini, akan menambahkan header dan trailer terhadap data yang hendak dikirimkan, yang mengandung alamat, pensinyalan, atau informasi pengecekan kesalahan. Frame-frame tersebut akan kemudian diubah menjadi pulsa-pulsa elekronik (voltase, khusus untuk kabel tembaga), pulsa-pulsa cahaya yang dimodulasikan (khusus untuk kabel fiber-optic), atau gelombang mikro (jika menggunakan radio/jaringan tanpa kabel).<br />
NIC yang berada dalam pihak penerima akan memproses sinyal yang diperoleh dalam bentuk terbalik, dan mengubah sinyal-sinyal tersebut ke dalam aliran bit (untuk menjadi frame jaringan) dan mengubah bit-bit tersebut menjadi aliran data paralel dalam bus komputer penerima. Beberapa fungsi tersebut dapat dimiliki oleh NIC secara langsung, diinstalasikan di dalam <a title="Firmware" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Firmware">firmware</a>, atau dalam bentuk <a title="Perangkat lunak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_lunak">perangkat lunak</a> yang diinstalasikan dalam <a title="Sistem operasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi">sistem operasi</a>.</p>
<ol>
<li><strong><em>2. </em></strong><strong><em>NIC logis</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>NIC logis merupakan jenis NIC yang tidak ada secara fisik dan menggunakan sepenuhnya perangkat lunak yang diinstalasikan di atas <a title="Sistem operasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi">sistem operasi</a> dan bekerja seolah-olah dirinya adalah sebuah NIC. Contoh dari perangkat NIC logis adalah <a title="Loopback adapter (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Loopback_adapter&amp;action=edit&amp;redlink=1">loopback adapter</a> (dalam sistem operasi <a title="Windows" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Windows">Windows</a>, harus diinstalasikan secara manual atau dalam sistem operasi keluarga <a title="UNIX" href="http://id.wikipedia.org/wiki/UNIX">UNIX</a>, terinstalasi secara default, dengan nama interface lo) dan Dial-up adapter (yang menjadikan modem sebagai sebuah alat jaringan dalam sistem operasi <a title="Windows" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Windows">Windows</a>). Kartu NIC logis ini dibuat dengan menggunakan teknik <a title="Emulasi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Emulasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">emulasi</a>.</p>
<p align="left">
<p><strong>Memilih jenis kabel</strong></p>
<p>Untuk membangun suatu jaringan umumnya yang menjadi masalah adalah yang berhubungan dengan pemilihan kabel. Karena kabel merupakan kebutuhan pokok dari suatu jaringan.</p>
<p>Perlu diketahui, kabel yang sudah tertanam biasanya tidak akan diangkat atau dipindahkan kecuali dalam keadaan terpaksa. Oleh karena itu, perencanaan yang matang untuk menentukan jenis kabel ini mutlak diperlukan. Jika kita salah mengambil keputusan, maka suatu saat apabila akan ada pengembangan masalah kabel ini menjadi kendala.</p>
<p>Untuk itu disarankan apabila akan membangun suatu jaringan tentukan jenis kabel yang akan digunakan dengan asumsi bahwa jaringan tersebut bisa berjalan dengan baik sampai 10 tahun atau lebih. Dengan demikian tentukan jenis dan kualitas kabel ini sebelum Anda memutuskan untuk menginstalasi jaringan.</p>
<p>Selain itu, masalah yang berhubungan dengan kabel ini tidak hanya jenisnya saja, masalah yang berhubungan dengan kecepatan dan jarak akses data juga perlu dipertimbangkan. Untuk itu berikut ini saya jelaskan beberapa jenis kabel, jarak terjauh yang didukung oleh jenis kabel tertentu, dan sebagainya.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="102">
<p align="center"><strong>Tipe</strong><strong> </strong></p>
</td>
<td width="94">
<p align="center"><strong>Kecepatan</strong><strong> </strong></p>
</td>
<td width="132">
<p align="center"><strong>Jarak</strong><strong> </strong></p>
</td>
<td width="170">
<p align="center"><strong>Konektor</strong><strong> </strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="102">
<p align="center"><strong>UTP</strong><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>Kategori   5</strong><strong> </strong></p>
</td>
<td width="94">
<p align="center">10   Mbps</p>
</td>
<td width="132">
<p align="center">&lt;&gt;300   kaki</p>
</td>
<td width="170">
<p align="center">RJ45</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="102">
<p align="center"><strong>Coaxial   atau kabel BNC RG 58</strong><strong> </strong></p>
</td>
<td width="94">
<p align="center">10   Mbps</p>
</td>
<td width="132">
<p align="center">&lt;&gt;2500   kaki</p>
</td>
<td width="170">
<p align="center">BNConnector</p>
<p align="center">Terminator</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="102">
<p align="center"><strong>Kabel   Telepon (RJ11)</strong><strong> </strong></p>
</td>
<td width="94"></td>
<td width="132"></td>
<td width="170">
<p align="center">Konverter</p>
<p align="center">RJ11</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="102">
<p align="center"><strong>Wireles</strong><strong></strong></p>
</td>
<td width="94">
<p align="center">&gt;   10 Mbps</p>
</td>
<td width="132">
<p align="center">Tergantung   jenis dan merk</p>
</td>
<td width="170"></td>
</tr>
<tr>
<td width="102">
<p align="center"><strong>Serat   Optik (F/O)</strong><strong></strong></p>
</td>
<td width="94">
<p align="center">100   Mbps</p>
</td>
<td width="132">
<p align="center">&lt;&gt;   3 mil</p>
</td>
<td width="170">
<p align="center">ST(spring   loaded twist)</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Tabel . Beberapa tipe kabel, kecepatan dan jarak yang didukungnya</p>
<h1>Jenis – Jenis Kabel untuk membentuk Jaringan</h1>
<p>Kabel atau wayar adalah peralatan yang terdiri dari kawat tembaga yang berfungsi untuk mengalirkan listrik. Kabel yang digunakan dalam jaringan tidaklah sembarang kabel. Kabel yang digunakan disebut kabel UTP (UnTwisted Pair). Kabel ini terdiri dari warna – warna tertentu dimana warna – warna ini merepresentasikan hal – hal tertentu didalam penentuan apakah satu komputer dengan komputer lain atau komputer dengan peralatan lain dapat berkomunikasi atau tidak. Ada 3 jenis kabel UTP yang sering dipakai diantaranya adalah 10BASE-T(Ethernet), 100BASE-TX(Fast Ethernet atau disingkat FE) dan 1000BASE-T(Gigabit Ethernet atau disingkat dengan GE).</p>
<p>Berikut adalah jenis-jenis kabel pada jaringan.</p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Kabel UTP</em></strong></li>
</ol>
<p>Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang paling banyak digunakan dalam jaringan komputer saat ini. Kabel ini berisi empat pasang (pair) kabel yang tiap pair-nya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Keempat pasang kabel (delapan kabel) yang menjadi isi kabel berupa kabel tembaga tunggal yang berisolator. Sampai saat ini terdapat lima kategori kabel UTP, yaitu kabel UTP kategori satu sampai dengan kategori lima. Kabel UTP kategori satu dan dua tidak digunakan dalam jaringan komputer karena kemampuan transfer datanya sangat rendah. Kabel kategori ini banyak digunakan untuk komunikasi telepon, atau berfungsi sebagai kabel telepon. Sedangkan untuk jaringan komputer digunakan kabel kategori tiga sampai lima. Kabel kategori tiga bisa digunakan untuk komuniukasi dengan kecepatan 10 Mbps. Kabel UTP kategori lima bisa dipergunakan untuk jaringan dengan kecepatan 100 Mbps.</p>
<ol>
<li><strong><em>Kabel STP</em></strong></li>
</ol>
<p>Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pair kabel (empat kabel) yang masing-masing pair dipilin (twisted). Masing-masing kabel berupa kabel dengan inti kawat tembaga tunggal yang berisolator. Keempat kabel tersebut dibungkus dengan anyaman kabel serabut yang berfungsi sebagai pelindung dan grounding (shielded). Sebagai pelindung luar adalah lapisan isolator yang merupakan kulit kabel. Kabel ini mampumentransmisikan data hingga 16 Mbps dengan jarak maksimal 100 meter.</p>
<ol>
<li><strong><em> Kabel      Coaxial</em></strong></li>
</ol>
<p>Kabel Coaxial banyak digunakan untuk instalasi jaringan, kabel ini banyak digunakan karena mudah dalam instalasinya. Beberapa tipe kabel Coaxial, di samping mudah instalasinya, juga murah harganya, sehingga dapat menekan biaya instalasi jaringanya. Semua tipe kabel Coaxial memiliki bagian-bagian sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Konduktor, berupa kabel tunggal atau kabel serabut yang merupakan inti dari kabel Coaxial. Bagian ini merupakan bagian kabel yang digunakan untuk transmisi data atau sebagai kabel data.</li>
<li>Isolator dalam, merupakan lapisan isolator antara konduktor dengan grounding, yang juga berfungsi sebagai pelindung kabel inti (konduktor).</li>
<li>Isolator luar, bagian berupa lapisan isolator yang juga merupakan kulit kabel.</li>
</ul>
<p>Ada beberapa tipe kabel coaxial yang digunakan dalam jaringan komputer, yaitu :</p>
<ul>
<li>Coaxial RG-62A/U</li>
<li>Coaxial RG-58A/U (Thinnet)</li>
<li>Coaxial RG-8 (Yellow Cable / Thicknet)</li>
</ul>
<ol>
<li><strong><em>a. </em></strong><strong><em>Kabel Coaxial RG-62A/U</em></strong></li>
</ol>
<p>Kabel Coaxial RG-62A/U berupa kabel Coaxial kecil berwarna hitam dengan inti berupa kabel serabut. Ukuran kabel ini kurang lebih 0.25 inch (6 mm). Kabel coaxial ini mampu mentransfer data dengan kecepatan mencapai 2,5 Mbps, yang merupakan kecepatan yang cukup rendah rendah untuk sebuah komunikasi data dalam sebuah jaringan komputer, namun karena kemudahan instalasinya maka kabel ini banyak digunakan. Kabel ini mempunyai impedensi sebesar 93 ohm dan mampu mentransfer data sampai jarak 1000 feet pada topologi bus dan mencapai 2000 feet pada topologi star dengan menggunakan bantuan active hub.</p>
<ol>
<li><strong><em>b. </em></strong><strong><em>Kabel Coaxial RG-58A/U (Thinnet) Baseband</em></strong></li>
</ol>
<p>Kabel Coaxial RG-58A/U merupakan kabel coaxial kecil berwarna hitam mirip seperti kabel coaxial RG-62A/U. Kabel Coaxial RG-58A/U menggunakan inti kabel berupa kabel tembaga tunggal, namun ada juga yang menggunakan kabel serabut. Kabel ini memiliki impedensi sebesar 50 ohm. Kabel ini mampu menghubungkan hingga 30 simpul jaringan (node) dengan jarak maksimum mencapai 185 meter (607 feet).</p>
<ol>
<li><strong><em>c. </em></strong><strong><em>Kabel Coaxial RG-8 (Yellow Cable / Thicknet) Broadband</em></strong></li>
</ol>
<p>Kabel Coaxial RG-8 ini berwarna kuning maka kabel ini sering disebut dengan Yellow Cable. Kabel coaxial ini memiliki ukuran fisik dua kali lebih besar dibanding kabel coaxial RG-58A/U , yaitu berdiameter 13 mm (0.5 inch). Namun demikian kabel ini memiliki nilai independensi sama dengan kabel coaxial RG-58A/U, yaitu sebesar 50 ohm. Kabel Coaxial ini mampu mentransmisikan data hingga jarak 500 meter tanpa perangkat tambahan repeater atau lainnya.</p>
<p><strong>Penggunaan Kabel Coaxial</strong></p>
<p>Kabel coaxial terkadang digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk LAN sudah tidak mendukung koneksi kabel coaxial.</p>
<p>Protokol Ethernet LAN yang dikembangkan menggunakan kabel coaxial:</p>
<p>10Base5 / Kabel “Thicknet” :</p>
<ul>
<li>adalah sebuah kabel coaxial RG/U-8.</li>
<li>merupakan kabel “original” Ethernet.</li>
<li>tidak digunakan lagi untuk LAN modern.</li>
</ul>
<p>10Base2 / Kabel “Thinnet”:</p>
<ul>
<li>adalah sebuah kabel coaxial RG/U-58.</li>
<li>mempunyai diameter yang lebih kecil dari “Thicknet”.</li>
<li>menggantikan “Thicknet”.</li>
<li>tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.</li>
</ul>
<ol>
<li><strong><em>Fiber      Optic</em></strong></li>
</ol>
<p>Jaringan yang menggunakan F/O ini memang sangat jarang digunakan. Biasanya hanya perusahaan besar saja yang menggunakan jaringan dengan media F/O. Karena harganya relatif mahal dan proses pemasangannya lebih sulit.</p>
<p>Namun demikian, jaringan yang menggunakan F/O ini dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan lagi. Kecepatan pengiriman data  dengan media F/O ini lebih dari 100 Mbps dan bebas dari pengaruh lingkungan (noise).</p>
<p>Fiber optic merupakan salah satu jenis media transfer data dalam jaringan komputer. Sekilas bentuknya seperti sebuah kabel, namun berbeda dengan kabel lainnya karena media ini mentransfer data dalam bentuk cahaya. Untuk menggunakan fiber optic dibutuhkan kartu jaringan yang memiliki konektor tipe ST (ST connector). Kelebihan utama fiber optic dibandingkan dengan media kabel adalah dalam hal kecepatan transfer data yang cukup tinggi. Selain itu, fiber optic mampu mentransfer data pada jarak yang cukup jauh, yaitu mencapai 1 kilometer tanpa bantuan perangkat repeater. Fiber optik juga memiliki kelebihan dalam hal ketepatan dan keamanan transmisi data. Hal ini dimungkinkan karena fiber optic tidak terpengaruh oleh interferensi dari frekuensi-frekuensi liar yang mungkin ada disepanjang jalur transmisi.Kelemahan fiber optic ada pada tingginya tingkat kesulitan proses instalasinya. Mengingat bahwa media ini mentransmisikan data dalam bentuk gelombang cahaya, maka tidak bisa menginstal media ini dalam jalur yang berbelok secara tajam atau menyudut. Jika terpaksa harus berbelok, maka harus dibuat belokan yang melengkung. Di samping itu juga harus betul-betul terhindar dari kemungkinan terjadinya tekanan fisik pada media tersebut.</p>
<ul>
<li><strong><em>Fiber Optic Multi Mode</em></strong></li>
</ul>
<p>Jenis serat optik ini penjalaran cahaya dari satu ujung ke ujung lainnya terjadi melalui beberapa lintasan cahaya.</p>
<ul>
<li><strong><em>Fiber Optic Single Mode</em></strong></li>
</ul>
<p>Serat optik single mode atau mono mode mempunyai diameter inti (core) yang sangat kecil 3 – 10 mm, sehingga hanya satu berkas cahaya saja yang dapat melaluinya</p>
<ol>
<li><strong><em> Kabel Telepon</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em></em></strong></li>
</ol>
<p>Beberapa tahun belakangan ini mulai banyak digunakan kabel telepon untuk jaringan komputer (LAN). Kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan antar gedung. Biasanya kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar gedung ini jenis yang cukup kuat dan dilengkapi dengan kawat baja, sehingga kalau dibentang tidak patah.</p>
<p>Biasanya kabel telepon yang digunakan untuk diluar gedung (out door) ini dilengkapi dengan 3 kawat, 2 kawat yang akan digunakan seagai penghubung data dan satu kawat digunakan agar tidak putus apabila kawat tersebut dibentang. Akan lebih baik jika ujung dari baja sebagai penguat tersebut dihubungkan ke grounding agar apabila terjadi petir tidak akan bermasalah. Jadi pada intinya hanya dua kawat yang ada dalam kabel tersebut yang digunakan.</p>
<p><strong> Wireless</strong></p>
<p>Wireles ini bermacam-macam merk dan jenisnya. Bahkan untuk komputer notebook atau Laptop yang sudah memasang logo Mobile Technology secara otomatis sudah ada Wirelessnya. Saat ini memang teknologi WiFI sudah menjadi trend dan kebutuhan untuk jaringan komputer bergerak atau mobile.</p>
<p align="center"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3xBsmeV9ns/SWIZEqgIoDI/AAAAAAAAAck/6CzEfPlTGtk/s1600-h/image008.jpg"><br />
</a></p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center"><em>Gambar 8. Contoh Wireless yang mendukung WAN dan LAN</em></p>
<p>Untuk memanfaatkan Wireless yang sudah ada di komputer atau memasang sebagai kartu jaringan Anda harus memiliki HUB atau Swicth yang ada fasilitas Wirelessnya. Hub, Swicth atau Router yang sudah medukung fasilitas Wireless ini kini mulai banyak digunakan. Berikut ini contoh Wireless yang mendukung berbagai fasiitas yang bisa digunakan untuk berkomunikasi antara komputer yang memiliki NIC Wireless atau NIC biasa, serta mendukung Wide Area Network.</p>
<p><strong><em><br />
Jenis-Jenis Alat Penghubung pada Jaringan</em></strong></p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Switch </strong></li>
</ol>
<p>Switch adalah sebuah alat jaringan yang melakukan <a title="Bridging (jaringan) (belum dibuat)" href="http://www.blogger.com/w/index.php?title=Bridging_%28jaringan%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">bridging</a> transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan <em>forwarding</em> berdasarkan <a title="Alamat MAC" href="http://www.blogger.com/wiki/Alamat_MAC">alamat MAC</a>). Switch menggabungkan beberapa komputer kedalam sebuah Local Area Network(LAN). Swicth beroperasi pada layer 2 (Data Link Layer) dari model OSI.</p>
<p>Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung <a title="Komputer" href="http://www.blogger.com/wiki/Komputer">komputer</a> atau <a title="Router" href="http://www.blogger.com/wiki/Router">router</a> pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan <a title="Data link (belum dibuat)" href="http://www.blogger.com/w/index.php?title=Data_link&amp;action=edit&amp;redlink=1">data link</a>, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan <em>multi-port</em> <a title="Bridge" href="http://www.blogger.com/wiki/Bridge">bridge</a>.</p>
<p>Ciri – ciri dari switch adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Switch mampu menjelaskan alamat sumber dan tujuan dari setiap paket yang diterima sehingga switch mampu mengirimkan paket tersebut ke alamat yang tepat.</p>
<p>2. Switch membagi collision domain di tiap portnya. Artinya bahwa tiap port memiliki collision domain sendiri.</p>
<p>3. Pencatatan mac address yang dilakukan secara otomatis berdasarkan hardware maupun software.</p>
<p><strong>Tipe-Tipe Switch</strong></p>
<p>Ada beberapa jenis Switch yang beredar di pasaran, yang bekerja di <em>Layer 2</em> dan <em>Layer 3</em> pada lapisan <em>OSI</em>.</p>
<p><strong>1.ATM Switch</strong></p>
<p><strong>2.ISDN Switch</strong></p>
<p>ISDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau yang dikenal sebagai istilah <em>Frame relay switch over ISDN</em> yang biasanya terdapat pada <em>Service Provider</em> bekerja seperti halnya switch, tapi memiliki perbedaan yaitu interface yang di gunakan berupa <a title="ISDN card (belum dibuat)" href="http://www.blogger.com/w/index.php?title=ISDN_card&amp;action=edit&amp;redlink=1">ISDN card</a> atau <a title="ISDN router (belum dibuat)" href="http://www.blogger.com/w/index.php?title=ISDN_router&amp;action=edit&amp;redlink=1">ISDN router</a>.</p>
<p><strong>3.DSLAM Switch</strong></p>
<p><strong>4.Ethernet Switch</strong></p>
<p><strong>5.Wireless Switch</strong></p>
<p><strong>Cara kerja switch</strong><strong></strong></p>
<p>Jika akan menggunakan switching hub, diperlukan beberapa informasi dasar untuk menentukan pilihan switch, yaitu dengan mengetahui cara kerjanya.</p>
<p>- <strong>Cut through</strong></p>
<p>Yaitu menentukan route paket yang diterima langsung ke alamat port tujuan. Tentu saja hal ini akan meningkatkan throughput koneksi dan mengurangi latency pengiriman paket. Pengiriman dilakukan tanpa terlebih dahulu mengumpulkan seluruh paket. Tetapi ketika alamat tujuan diketahui, langsung route dan pengiriman dilakukan ke alamat itu. Untuk satu paket Ethernet (1518 byte) proses ini memerlukan waktu hanya selama 40 microsecond. Dalam keadaan koneksi tujuan sedang digunakan, switch akan menampung paket data yang diterima untuk dimasukkan ke dalam buffer. Dan paket data akan dikirim dari buffer jika koneksi tujuan telah kosong.<br />
- <strong>Store and forward</strong></p>
<p>Cara kerjanya dilakukan dengan mengumpulkan seluruh paket hingga lengkap ke dalam memory switch dan melakukan pemeriksaan kesalahan dengan metode CRC (Cyclic Redundancy Check). Waktu yang diperlukan untuk melakukan proses untuk setiap paket Ethernet adalah 1,2 milidetik. Karena diperlukan memory yang cukup, ada potensi terjadinya latency dalam store and forward switch ini yang disebabkan oleh penuhnya memory yang ada untuk menampung seluruh paket dan tabel dari network address.<br />
Walaupun cara cut through akan mengurangi terjadinya latency, tetapi konsekuensinya, paket data yang rusak juga akan juga sampai ke alamat tujuan. Kebalikannya, hal ini tidak terjadi pada store and forward switch.<br />
Dari kedua cara di atas, ada pula switch yang menggabungkan kedua cara tsb yang disebut hybrids. Pada saat awal menggunakan cara cut through switching, dan melakukan pemeriksaan CRC, kemudian menghitung jumlah error yang ada. Jika jumlah error telah sampai pada batas tertentu, switch akan bekerja dengan cara store and forward sampai dengan kondisi jumlah error telah berkurang. Selanjutnya switch akan kembali bekerja dengan cara cut through. Cara termudah untuk mengetahui adanya kemampuan ini adalah dengan melihat ada atau tidaknya keterangan threshold detection atau adaptive switch dalam spesifikasi teknisnya.</p>
<p><strong>Port uplink</strong></p>
<p><strong><em>Port uplink</em></strong> adalah sebuah <em>port</em> dalam sebuah <em><a title="Hub jaringan (belum dibuat)" href="http://www.blogger.com/w/index.php?title=Hub_jaringan&amp;action=edit&amp;redlink=1">hub</a></em> atau <em>[[switch jaringan]|switch]]</em> yang dapat digunakan untuk menghubungkan <em>hub</em>/<em>switch</em> tersebut dengan hub lainnya di dalam sebuah <a title="Jaringan komputer" href="http://www.blogger.com/wiki/Jaringan_komputer">jaringan</a> berbasis <a title="Teknologi" href="http://www.blogger.com/wiki/Teknologi">teknologi</a> <a title="Ethernet" href="http://www.blogger.com/wiki/Ethernet">Ethernet</a>. Dengan menggunakan <em>uplink port</em>, hub-hub pun dapat disusun secara bertumpuk untuk membentuk <a title="Jaringan komputer" href="http://www.blogger.com/wiki/Jaringan_komputer">jaringan</a> yang lebih besar dengan menggunakan <a title="Kabel UTP" href="http://www.blogger.com/wiki/Kabel_UTP">kabel <em>Unshielded Twisted Pair</em></a> yang murah. Jika memang hub yang digunakan tidak memiliki <em>port uplink</em>, maka kita dapat menggunakan kabel UTP yang disusun secara <em>crossover</em>.</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Hub</strong></li>
</ol>
<p>HUB Alat penghubung antar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. Fungsi hub sebenarnya sama dengan switch, namun yang membedakannya adalah hub berada pada Layer 1 dalam OSI model dan pengiriman data dilakukan ke semua komputer yang terhubung dalam satu LAN. Selain itu hub hanya memiliki 1 collision domain. Hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut. Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch. Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch mempunyai kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps.</p>
<p>Hub adalah perangkat keras jaringan yang menggabungkan beberapa komputer kedalam sebuah Local Area Network (LAN). Ada 3 type dari hub yaitu diantaranya :</p>
<p>1. Passive Hub</p>
<p>Passive hub tidak menguatkan sinyal elektrik dari paket yang masuk kedalam hub sebelum hub membroadcast paket – paket tersebut keluar.</p>
<p>2. Active Hub</p>
<p>Active Hub adalah kebalikan dari passive hub. Active hub melakukan penguatan sinyal elektrik dari paket yang masuk kedalam hub. Active hub juga disebut juga dengan repeater.</p>
<p>3. Intelligent Hub</p>
<p>Intelligent Hub adalah active hub dengan penambahan fitur diantaranya kemampuan remote management melalui SNMP dan dukungan VLAN (Virtual LAN).</p>
<p><strong>Kekurangannya</strong>, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Cara kerja Hub</strong><strong></strong></p>
<p>Pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host (meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja).</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center"><em>Gambar 4. Contoh repeater</em></p>
<p>Pada jaringan yang menggunakan topologi bus, ada juga perangkat sejenis yang mirip HUB namanya repeater (pengulang). Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal agar lalu lintas data dari client ke server atau sebaliknya lebih cepat apabila jarak antara client atau workstation ke server lebih jauh. Dengan repeater ini jaringan dan sinyal akan semakin kuat. Bahkan apabila kabel yang digunakan jenis coaxial, jaringan akan lebih cepat.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong><em>C. </em></strong><strong><em>Konektor RJ45</em></strong></li>
</ol>
<p>RJ45 merupakan connector tempat dimana kabel – kabel yang ada pada kabel UTP ditempatkan. RJ45 bisa diibaratkan kepala dari kabel jaringan dimana melalui RJ45 inilah kabel dihubungkan ke port jaringan yang ada pada sebuah komputer atau peralatan lainnya. Untuk lebih jelasnya mengenai RJ45 dapat dilihat pada gambar dibawah ini :</p>
<p><strong><em>Crimping Tool</em></strong></p>
<p>Crimping Tool atau biasa disebut tang krimping adalah sebuah tang yang digunakan untuk memotong,mengupas kulit kabel dan menghubungkan kabel UTP/STP dll ke RJ45. Crimping adalah peralatan yang digunakan untuk memasang konektor RJ45 kedalam kabel sehingga konektor RJ45 terpasang dengan benar. Dalam melakukan pemasangan perlu diperhatikan bahwa setiap kabel yang dimasukkan kedalam RJ45 sudah benar – benar terpasang dengan tepat. Karena apabila RJ45 sudah terpasang dan mengalami kegagalan maka RJ45 tersebut tidak dapat lagi digunakan. Gambar dari Crimping dapat dilihat pada gambar dibawah ini :</p>
<p><strong> VDSL</strong></p>
<p>VDSL (Very high-bit-rate Digital Subscriber Line port) merupakan suatu alat atau piranti yang digunakan sebagai converter dari kabel UTP (RJ45) ke kabel telepon (RJ11). Dalam hal ini apabila Anda akan menghubungkan jaringan LAN atau Intranet antar gedung yang jaraknya kurang lebih 500 meter masih memungkinkan dengan penambahan piranti VDSL ini. Masalah kecepatan transfer data tergantung merk VDSL yang digunakan. Bahkan untuk saat ini mulai banyak beredar dipasaran jenis VDSL yang kecepatannya bisa diatur sesuai keinginan (manageble).</p>
<p><em> Gambar 6. Contoh VDSL yang umum digunakan</em></p>
<p>Jaringan komputer khususnya LAN kini sudah menjadi kebutuhan. Namun kadang-kadang yang menjadi kendala adalah ketika jaringan harus menyebrang jalan, melintasi gedung, bahkan tidak sedikit merka membangun LAN sendiri-sendiri, padahal masih dalam instansi atau perusahaan yang sama. Sebenarnya teknologi untuk keperluan tersebut sudah sejak lama diperkenalkan, seperti Wireless, Fiber Optic, VDSL, dan lain-lain. Namun apabila menggunakan F/O biaya yang diperlukan tidak sedikit, begitu juga dengan wireless. Dengan demikian salah satu alternatif untuk membangun LAN yang melibatkan banyak gedung dengan biaya murah adalah dengan memanfaatkan VDSL ini.</p>
<p>Seperti halnya F/O harus menggunakan sepasang converter, Wireless juga harus sepasang, begitu juga dengan VDSL juga harus sepasang. Satu dipasang di Swicth atau HUB yang berhubungan dengan Server dan satunya lagi dipasang di Swicth atau HUB yang ada di Client atau di lokasi lain.</p>
<p><em>Gambar 7. Kabel yang digunakan untuk setting</em></p>
<p><strong><em>Jenis-jenis router</em></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>A. </em></strong><strong><em>Pengertian</em></strong><strong><em></em></strong></li>
</ol>
<p><strong>Router</strong> adalah sebuah <a title="Alat jaringan komputer (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alat_jaringan_komputer&amp;action=edit&amp;redlink=1">alat jaringan komputer</a> yang mengirimkan <a title="Paket jaringan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paket_jaringan">paket</a> <a title="Data" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Data">data</a> melalui sebuah <a title="Jaringan komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer">jaringan</a> atau <a title="Internet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Internet">Internet</a> menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai <em><a title="Routing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Routing">routing</a></em>. Proses <em>routing</em> terjadi pada lapisan 3 (<a title="Lapisan jaringan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_jaringan">Lapisan jaringan</a> seperti <a title="Internet Protocol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Internet_Protocol">Internet Protocol</a>) dari <a title="Stack protokol (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stack_protokol&amp;action=edit&amp;redlink=1">stack protokol</a> <a title="Model OSI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI">tujuh-lapis OSI</a>.</p>
<p><em>Ada 2 keuntungan menggunakan router diantaranya adalah :</em></p>
<p>1. Router tidak memforward broadcast yang ada. Hal ini adalah default dari router. Namun kita dapat mengubahnya.</p>
<p>2. Router dapat melakukan filter jaringan yang ada pada layer 3 (Network Layer)</p>
<p><strong><em>4 Fungsi</em></strong><em> dari Router diantaranya :</em></p>
<ol>
<li>Packet switching<em></em></li>
<li>Packet Filtering</li>
<li>Internetwork communication</li>
<li>Path selection</li>
</ol>
<p><strong><em>Ciri – ciri</em></strong><em> dari router diantaranya adalah :</em></p>
<ol>
<li>Memiliki broadcast domain yang lebih dari satu</li>
<li>Memiliki collision domain yang lebih dari satu.</li>
<li>Berada pada layer 3 dalam OSI model dan sering juga disebut sebagai switch layer</li>
</ol>
<p>Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan <em><a title="Switch jaringan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Switch_jaringan">switch</a></em>. <em>Switch</em> merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu <em><a title="Local Area Network" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Local_Area_Network">Local Area Network</a></em> (LAN).</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Penjelasan</em></strong></p>
<p>Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari <em>router</em> dan <em>switch</em> merupakan suatu jalanan, dan <em>router</em> merupakan penghubung antar <a title="Jalan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan">jalan</a>. Masing-masing <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> bda pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu uruteraan tertentu. Dengan cara yang sama, <em>switch</em> menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki <a title="Alamat IP" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP">alam</a><a title="Alamat IP" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP">at IP</a> sendiri pada sebuah <a title="LAN" href="http://id.wikipedia.org/wiki/LAN">LAN</a>.</p>
<p><em>Router</em> sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi <a title="Protokol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol">protokol</a> <a title="TCP/IP" href="http://id.wikipedia.org/wiki/TCP/IP">TCP/IP</a>, dan router jenis itu disebut juga dengan <strong><em>IP Router</em></strong>. Selain <em>IP Router</em>, ada lagi <em>AppleTalk Router</em>, dan masih ada beberapa jenis <em>router</em> lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak <em>router IP</em>. <em>Router</em> dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan <em><a title="Internetwork" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Internetwork">internetwork</a></em>, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa <em><a title="Subnet (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Subnet&amp;action=edit&amp;redlink=1">subnetwork</a></em> untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya <em><a title="WiFi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/WiFi">router wireless</a></em> yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan <a title="Radio" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radio">radio</a>, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan <a title="Kabel UTP" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabel_UTP">kabel UTP</a>), atau berbeda <a title="Arsitektur jaringan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arsitektur_jaringan&amp;action=edit&amp;redlink=1">arsitektur jaringan</a>, seperti halnya dari <a title="Ethernet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ethernet">Ethernet</a> ke <a title="Token Ring" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Token_Ring">Token Ring</a>.</p>
<p><em>Router </em>juga dapat digunakan untuk menghubungkan <a title="LAN" href="http://id.wikipedia.org/wiki/LAN">LAN</a> ke sebuah layanan <a title="Telekomunikasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telekomunikasi">telekomunikasi</a> seperti halnya <a title="Telekomunikasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telekomunikasi">telekomunikasi</a> <em><a title="Leased line" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leased_line">leased line</a></em> atau <em><a title="Digital Subscriber Line" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Digital_Subscriber_Line">Digital Subscriber Line</a></em> (DSL). <em>Router</em> yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi <em><a title="Leased line" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leased_line">leased line</a></em> seperti <a title="T1 (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=T1&amp;action=edit&amp;redlink=1">T1</a>, atau <a title="T3" href="http://id.wikipedia.org/wiki/T3">T3</a>, sering disebut sebagai <em>access server</em>. Sementara itu, <em>router</em> yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan <strong><em>DSL router</em></strong>. <em>Router-router</em> jenis tersebut umumnya memiliki fungsi <em><a title="Firewall" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Firewall">firewall</a></em> untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. <em>Router</em> yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan <em><a title="Packet-filtering router (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Packet-filtering_router&amp;action=edit&amp;redlink=1">packet-filtering router</a></em>. <em>Router</em> umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara <em><a title="Broadcast jaringan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Broadcast_jaringan&amp;action=edit&amp;redlink=1">broadcast</a></em> sehingga dapat mencegah adanya <em>broadcast storm</em> yang mampu memperlambat kinerja jaringan.</p>
<p><strong><em>Jenis-jenis router</em></strong></p>
<p>Secara umum, <em>router</em> dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:</p>
<ul>
<li><em>Static router</em> (<em>router</em> statis): adalah sebuah <em>router</em> yang memiliki tabel <em>routing</em> statis yang diset secara manual oleh      para administrator jaringan.</li>
<li><em>Dynamic router</em> (<em>router</em> dinamis): adalah sebuah <em>router</em> yang memiliki dab membuat tabel <em>routing</em> dinamis, dengan      mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan      dengan <em>router</em> lainnya.</li>
</ul>
<p><strong><em>Bridge</em></strong></p>
<p>Bridge pada dasarnya hampir sama dengan switch namun yang membedakannya adalah pencatatan mac address pada bridge hanya berdasarkan hardware dan juga port dari bridge juga lebih sedikit dibandingkan dengan switch. Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet). Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.</p>
<p><strong><em>Router versus Bridge</em></strong><em></em></p>
<p>Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.</p>
<p>Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet.</p>
<p>Router adalah suatu alat pada dunia komputer yang berguna untuk membelokkan data dari suatu sistem jaringan ke sistem yang lain. Logikanya sebuah sistem jaringan tidak dapat berpindah ke sistem yang lain. Exp Sis A. Menggunakan IP 192.168.1.1 dan Sis B. Menggunakan IP 192.168.2.1 Maka Kompi yang menggunakan Sis A tidak dapat melakukan komunikasi dengan Sis B tanpa Router.</p>
<p>Prinsip Kerja router sangat mudah yakni membelokkan data dari satu Sis ke Sis yang lain. Untuk konfigurasi Router dengan menggunakan PC ( OS WIN Xp ) sangatlah mudah :</p>
<ol>
<li>Pastikan Kompi anda memiliki minimal 2 buah LAN Card (Apabila anda      hanya menggunakan 2 Sis)</li>
<li>Berikan konfigurasi jaringan sesuai Sis yang anda gunakan pada setiap      LAN Card. ( Pastikan tiap lan menggunakan Sis yang berbeda )</li>
<li>Ping atau test koneksi ke tiap Sis, dari router. pastikan Semua      koneksi dalam keadaan Baik</li>
<li>Share Lan card Anda dengan cara :</li>
</ol>
<p>-          Klik kanan pada Lan Card Kemudian pada Tab Advance Pastikan ada pilihan use another network to bla bla bla dst.</p>
<p>-          Setelah itu coba lakukan ping dari komputer lain ( Antar client yang berbeda Sis ), Pastikan Jawaban Replay<br />
<strong>Simbol – Simbol Peralatan</strong></p>
<p>Dalam menggambarkan design suatu jaringan kedalam media tertentu adalah tidak mungkin kalau kita menggunakan gambar fisik dari masing – masing peralatan. Karena itu digunakan simbol – simbol tertentu untuk masing – masing peralatan. Simbol – simbol tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini :</p>
<p><strong> Piranti Lunak</strong></p>
<p>Seperti telah dijelaskan di atas bahwa piranti lunak yang dimaksud dalam buku ini adalah software termasuk sistem operasi yang digunakan dalam membangun suatu jaringan, baik jaringan berbasis Windows (Workgroup atau Client Server) maupun sistem operasi lain. Namun dalam buku ini saya membatasi hanya menggunakan sistem operasi produk Microsoft, yaitu keluarga Microsoft Windows.</p>
<p><strong> </strong><strong>Sistem Operasi</strong></p>
<p>Operating sistem yang digunakan dalam buku ini adalah Microsoft Windows Server 2003, Microsoft Windows XP dan WIndows Vista untuk Client. Namun demikian Anda juga bisa menggunakan Microsoft Windows 2000 Server dan Microsoft Windows 2000 Professional, karena pada prinsipnya sama dan buku ini masih tetap bisa digunakan. Disarankan untuk saat ini sebaiknya sistem operasi server yang digunakan adalah Microsoft Windows Server 2003 dengan client Windows Vista atau Windows XP.</p>
<p>Bagi Anda yang ingin membangun jaringan kecil dengan Workgroup, bisa menggunakan sistem operasi Microsoft Windows XP, Windows Vista atau Windows 2000 Professional.</p>
<p><strong> </strong><strong>Program Aplikasi</strong></p>
<p>Program aplikasi yang digunakan bebas. Namun saya menyarankan gunakan beberapa aplikasi saja, seperti untuk mengolah kata, mengolah angka, mengolah data, dan aplikasi grafik yang diperlukan.</p>
<p>Selain aplikasi tersebut Anda juga bisa menambah aplikasi lain apabila komputer Anda dilengkapi Scaner. Aplikasi yang saya maksud adalah aplikasi yang mendukung pengolahan gambar hasil scaner tersebut.</p>
<p><strong> </strong><strong>Program Internet Sharing</strong></p>
<p>Agar semua komputer yang terkoneksi ke jaringan LAN bisa berinternet seluruhnya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas Internet Sharing. Microsoft Windows Server 2003, Windows Vista, Windows XP, sudah menyediakan fasilitas untuk Internet Sharing Connection (ICS) dan ICF (Internet Connection Firewall). Namun demikian Anda juga bisa menggunakan apliksi lain yang disediakan penyelenggara atau ISP.</p>
<p><strong> </strong><strong>Program Untuk Internet </strong></p>
<p>Program yang dimaksud di sini adalah program untuk menjalankan fasilitas yang berhubungan dengan Internet. Sehingga dengan program ini pemakai atau semua user bisa menggunakan fasilitas seperti browsing, chating, e-mail, dan sebagainya.</p>
<p>Program yang dimaksud antara lain sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Microsoft Internet Explorer</li>
<li>Microsoft Outlook</li>
<li>Windows Messanger</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajajaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajajaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajajaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajajaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajajaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajajaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajajaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajajaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajajaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajajaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajajaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajajaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajajaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajajaja.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajajaja.wordpress.com&amp;blog=9779924&amp;post=8&amp;subd=ajajaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/jaringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0a3e746c52b700b4ebd9963cc080a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajajaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TCP / IP</title>
		<link>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/tcp-ip/</link>
		<comments>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/tcp-ip/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 15:44:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajajaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajajaja.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[TCP / IP Sejarah TCP/IP Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajajaja.wordpress.com&amp;blog=9779924&amp;post=3&amp;subd=ajajaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">TCP / IP</p>
<p>Sejarah TCP/IP</p>
<p>Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP kemudian diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.</p>
<p>Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protocol TCP/IP. Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar defacto jaringan komputer berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulun dari TCP/IP, yaitu :</p>
<ul>
<li>Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka</li>
<li>Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu
<ul>
<li>Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet) akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.</li>
<li>TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p>Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP</p>
<p>Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan ( layer ) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO (International Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection (OSI). Standard ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Dalam TCP/IP hanya terdapat 5 lapisan sbb :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="228">
<p align="center"><strong>Arsitektur OSI</strong></p>
</td>
<td width="205">
<p align="center"><strong>Arsitektur TCP/IP</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="228">
<p align="center"><strong>Application   Layer</strong></p>
</td>
<td width="205">
<p align="center">Application   Layer</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="228">
<p align="center"><strong>Presentation   Layer</strong></p>
</td>
<td width="205">
<p align="center">Transport   Layer</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="228">
<p align="center"><strong>Session   Layer</strong></p>
</td>
<td width="205">
<p align="center">Internet   Layer</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="228">
<p align="center"><strong>Transport   Layer</strong></p>
</td>
<td width="205">
<p align="center">Network   Access Layer</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="228">
<p align="center"><strong>Network   Layer</strong></p>
</td>
<td width="205">
<p align="center">Physical   Layer</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="228">
<p align="center"><strong>Data Link   Layer</strong></p>
</td>
<td width="205">
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="228">
<p align="center"><strong>Physical   layer</strong></p>
</td>
<td width="205">
<p align="center">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masingmasing layer arsitektur TCP/IP sbb :</p>
<ul>
<li>Physical Layer (lapisan fisik) merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan.</li>
<li>Network Access Layer mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal.</li>
<li>Internet Layer mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet).</li>
</ul>
<p>Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:</p>
<ul>
<li><strong>Addressing</strong>, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address).</li>
<li><strong>Routing</strong>, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.
<ul>
<li><strong>Transport Layer</strong> mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :</li>
<li><em>Flow Control</em>: Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
<ul>
<li><em>Error Detection</em>: Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berarti.</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Application Layer</strong> merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah <em>SMTP</em> ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, <em>FTP</em> (File Transfer Protocol) untuk transfer file, <em>HTTP </em>(Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, <em>NNTP</em> (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai dengan TCP/IP.</li>
</ul>
<p>Pengiriman dan Penerimaan Paket Data</p>
<p>Layer-layer dan protokol yang terdapat dalam arsitektur jaringan TCP/IP menggambarkan fungsi-fungsi dalam komunikasi antara dua buah komputer. Setiap lapisan menerima data dari lapisan di atas atau dibawahnya, kemudian memproses data tersebut sesuai fungsi protokol yang dimilikinya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya. Ketika dua komputer berkomunikasi, terjadi aliran data antara pengirim dan penerima melalui lapisan-lapisan di atas.</p>
<p>Pada pengirim, aliran data adalah dari atas ke bawah. Data dari user maupun suatu aplikasi dikirimkan ke Lapisan Transport dalam bentuk paket-paket dengan panjang tertentu. Dari Lapisan Transport, data yang telah diberi header tersebut diteruskan keLapisan Network / Internet. Pada lapisan ini terjadi penambahan header oleh protokol yang berisi informasi alamat tujuan, alamat pengirim dan informasi lain yang dibutuhkan untuk melakukan routing.</p>
<p>Kemudian terjadi pengarahan routing data, yakni ke network dan interface yang mana data akan dikirimkan, jika terdapat lebih dari satu interface pada host. Pada lapisan ini juga dapat terjadi segmentasi data, karena panjang paket yang akan dikirimkan harus disesuaikan dengan kondisi media komunikasi pada network yang akan dilalui.</p>
<p>Selanjutnya data menuju Network Access Layer (Data Link) dimana data akan diolah menjadi frame-frame, menambahkan informasi keandalan dan address pada level link. Terakhir data akan sampai pada Physical Layer yang akan mengirimkan data dalam bentuk besaran-besaran listrik/fisik seperti tegangan, arus, gelombang radio maupun cahaya, sesuai media yang digunakan.</p>
<p>Selanjutnya data diteruskan ke lapisan network. Pada lapisan ini, address tujuan dari paket data yang diterima akan diperiksa. Jika address tujuan merupakan address host yang bersangkutan, maka header lapisan network akan dicopot dan data akan diteruskan ke lapisan yang diatasnya. Namun jika tidak, data akan di forward ke network tujuannya, sesuai dengan informasi routing yang dimiliki.</p>
<p>Pada lapisan Transport, kebenaran data akan diperiksa kembali, menggunakan informasi header yang dikirimkan oleh pengirim. Proses yang dilakukan tiap lapisan tersebut dikenal dengan istilah <strong>enkapsulasi data</strong>. Enkapsulasi ini sifatnya transparan. Maksudnya, suatu lapisan tidak perlu mengetahui ada berapa lapisan yang ada di atasnya maupun di bawahnya. Pada penerima, tugas ini adalah menerima data dari lapisan di bawahnya, mengolah data sesuai fungsi protokol, mencopot header protokol tersebut dan meneruskan ke lapisan di atasnya.</p>
<p>Internet Protocol</p>
<p>Internet Protocol (IP) berfungsi menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. Oleh karena itu Internet Protokol memegang peranan yang sangat penting dari jaringan TCP/IP. IP merupakan protokol pada network layer yang bersifat :</p>
<ul>
<li><em>Connectionless</em>, yakni setiap paket data yang dikirim pada suatu saat akan melalui rute secara independen. Paket IP (datagram) akan melalui rute yang ditentukan oleh setiap router yang dilalui oleh datagram tersebut.</li>
<li><em>Unreliable</em> atau ketidakandalan yakni Protokol IP tidak menjamin datagram yang dikirim pasti sampai ke tempat tujuan. Ia hanya akan melakukan best effort delivery yakni melakukan usaha sebaik-baiknya agar paket yang dikirim tersebut sampai ke tujuan.</li>
</ul>
<p>IP adalah bangunan blok Internet. Fungsinya yaitu :</p>
<ol>
<li>Menentukan datagram, yang merupakan unit dasar transmisi data di Internet</li>
<li>Menentukan skema pengalamatan Internet</li>
<li>Memindahkan data diantara lapisan akses network dan lapisan transpor host ke host.</li>
<li>Melalukan ruting datagram ke host jauh (remote host)</li>
<li>Membuat fragmentasi (pemecahan data menjadi serpihan data) dan menyatukan ulang Suatu datagram bisa saja tidak sampai dengan selamat ke tujuan karena beberapa hal berikut: Adanya bit error pada saat pentransmisian datagram pada suatu medium, Router yang dilewati mendiscard datagram karena terjadinya kongesti dan kekurangan ruang memori buffer, Putusnya rute ke tujuan untuk sementara waktu akibat adanya router yang down. Terjadinya kekacauan routing, sehingga datagram mengalami looping.</li>
</ol>
<p>Setiap paket IP membawa data yang terdiri atas :</p>
<ul>
<li>Version, yaitu versi dari protokol IP yang dipakai.</li>
<li>Header Length, berisi panjang dari header paket IP dalam hitungan 32 bit word.</li>
<li>Type of Service, berisi kualitas service yang mempengaruhi cara penanganan paket IP.</li>
<li>Total length Of Datagram, panjang IP datagram total dalam ukuran byte.</li>
<li>Identification, Flags, dan Fragment Offset, berisi data yang berhubungan</li>
<li>fragmentasi paket.</li>
<li>Time to Live, berisi jumlah router/hop maksimal yang dilewati paket IP (datagram). Nilai maksimum field ini adalah 255. Setiap kali paket IP lewat satu router, isi dari field ini dikurangi satu.</li>
<li>Protocol, mengandung angka yang mengidentifikasikan protokol layer atas pengguna isi data dari paket IP ini.</li>
<li>Header Checksum, berisi nilai checksum yang dihitung dari jumlah seluruh fieldc dari header paket IP. Sebelum dikirimkan, protokol IP terlebih dahulu menghitung checksum dari header paket IP tersebut untuk nantinya dihitung kembali di sisi penerima. Jika terjadi perbedaan, maka paket ini dianggap rusak dan dibuang.</li>
<li>Source Address dan Destination Address, isi dari masing-masing field ini cukup jelas, yakni alamat pengirim dan alamat penerima dari datagram. Masing-masing field terdiri dari 32 bit, sesuai panjang IP Address yang digunakan dalam Internet. Destination address merupakan field yang akan dibaca oleh setiap router untuk menentukan kemana paket IP tersebut akan diteruskan untuk mencapai destination address tersebut.</li>
</ul>
<p>Pembagian Kelas IP Address</p>
<p>Pengertian IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode pengalamatan yang telah diterima di seluruh dunia. Jika suatu komputer memiliki lebih dari satu interface, maka kita harus memberi dua IP address untuk komputer tersebut masing-masing untuk setiap interfacenya.Ketentuan kelas alamat IP :</p>
<ol>
<li>Jika bit pertama dari sebuah alamat IP adalah angka 0, ini<br />
menunjukan network kelas A. Tujuh bit berikutnya menunjukan identitas<br />
network, dan 24 bit terakhir menunjukan identitas host.</li>
<li>Jika bit pertama dari dua angka alamat IP adalah 10, ini menunjukan<br />
alamat IP network kelas B. Angka Bit pertama kelas, kemudian 24 bit<br />
berikutnya menunjukan identitas alamat network, dan 10 bit berikutnya<br />
untuk host.</li>
<li>Jika bit pertama dari tiga bit alamat IP adalah 110, ini merupakan<br />
alamat IP kelas C. Tiga bit pertama berupa alamat kelas. 21 bit<br />
berikutnya sebagai alamat network, dan 8 bit selanjutnya merupakan<br />
identitas host.</li>
<li>Jika tiga bit pertama dari alamat IP adalah 111, ini merupakan<br />
alamat reserved khhusus. Disebut juga sebagai alamat kelas D, namun itu<br />
tidak mewakili network tertentu.</li>
</ol>
<p>Format Penulisan IP Address</p>
<p>IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik, setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Pengalamatan IP: yang berupa alamat logis yang terdiri atas <a title="32-bit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/32-bit">32-bit</a> (empat <a title="Oktet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oktet&amp;action=edit&amp;redlink=1">oktet</a> berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam format www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan <em><a title="Subnet mask" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Subnet_mask">subnet mask</a></em> yang diasosiasikan dengannya, <a title="Fully qualified domain name" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fully_qualified_domain_name">Fully qualified domain name</a> (FQDN): Alamat ini merupakan alamat yang direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang diekspresikan dalam bentuk <strong>&lt;<em>nama_host</em>&gt;.&lt;<em>nama_domain</em>&gt;</strong>, di mana &lt;nama_domain&gt; mengindentifikasikan jaringan di mana sebuah komputer berada, dan &lt;nama_host&gt; mengidentifikasikan sebuah komputer dalam jaringan</p>
<p>Pembagian Kelas IP Address</p>
<p>IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian <em>network (net ID)</em> dan bagian <em>host (host ID)</em>. Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya.</p>
<p>Address Khusus</p>
<p>Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Network Address. Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet (akan diterangkan kemudian), network address dari host ini adalah 167.205.0.0.</li>
<li>Broadcast Address. Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui, setiap datagram IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh datagram tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses datagram tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya.</li>
</ul>
<p>Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima datagram :</p>
<p><strong>pertama</strong> adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan <strong>kedua </strong>adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada.</p>
<ul>
<li>Multicast Address. Kelas address A, B dan C adalah address yang digunakan untuk komunikasi antar host, yang menggunakan datagram-datagram unicast. Artinya, datagram/paket memiliki address tujuan berupa satu host tertentu. Hanya host yang memiliki IP address sama dengan destination address pada datagram yang akan menerima datagram tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Jika datagram ditujukan untuk seluruh host pada suatu jaringan,maka field address tujuan ini akan berisi alamat broadcast dari jaringan yang bersangkutan.</li>
</ul>
<p>Aturan Dasar Pemilihan network ID dan host ID</p>
<p>Berikut adalah aturan-aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang digunakan :</p>
<ul>
<li>Network ID tidak boleh sama dengan 127. Network ID 127 secara default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP address yang digunakan oleh suatu komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.</li>
<li>Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255. Network ID atau host ID 255 akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan.</li>
<li>Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0. IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network. digunakan untuk menunjuk suatu jaringn bukan suatu host.</li>
<li>Host ID harus unik dalam suatu network. Dalam suatu network tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.</li>
</ul>
<p><a title="Fully qualified domain name" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fully_qualified_domain_name">Fully qualified domain name</a> (FQDN):</p>
<p>Alamat ini merupakan alamat yang direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang diekspresikan dalam bentuk <strong>&lt;<em>nama_host</em>&gt;.&lt;<em>nama_domain</em>&gt;</strong>, di mana &lt;nama_domain&gt; mengindentifikasikan jaringan di mana sebuah komputer berada, dan &lt;nama_host&gt; mengidentifikasikan sebuah komputer dalam jaringan.</p>
<p><strong><em>Subnetting</em></strong></p>
<p>Untuk beberapa alasan yang menyangkut efisiensi IP Address, mengatasi masalah topologi network dan organisasi, network administrator biasanya melakukan subnetting. Esensi dari subnetting adalah “memindahkan” garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu IP Address. Beberapa bit dari bagian host dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian network. Address satu network menurut struktur baku dipecah menjadi beberapa subnetwork. Cara ini menciptakan sejumlah network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut. Suatu subnet didefinisikan dengan mengimplementasikan masking bit (subnet mask ) kepada IP Address. Struktur subnet mask sama dengan struktur IP Address, yakni terdiri dari 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Bit-bit dari IP Address yang “ditutupi” (masking) oleh bit-bit subnet mask yang aktif dan bersesuaian akan diinterpretasikan sebagai network bit. Bit 1 pada subnet mask berarti mengaktifkan masking ( on ), sedangkan bit 0 tidak aktif ( off ).</p>
<h3><em>Layanan</em><em> </em></h3>
<p>Berikut ini adalah layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:</p>
<ul>
<li>Pengiriman <a title="Berkas komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas_komputer">berkas</a> (<em>file transfer</em>). <a title="File Transfer Protocol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/File_Transfer_Protocol">File Transfer Protocol</a> (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam <a title="Jaringan komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer">jaringan</a>.</li>
<li><em>Remote login</em>. <em>Network terminal Protocol</em> (<em>telnet</em>) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan <em><a title="Log in" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Log_in">log in</a></em> ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh.</li>
<li><em>Computer mail</em>. Digunakan untuk menerapkan sistem <a title="E-mail" href="http://id.wikipedia.org/wiki/E-mail">surat elektronik</a>.</li>
<li><em><a title="Sistem berkas jaringan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_berkas_jaringan">Network File System</a></em> (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal.</li>
<li><em>Remote execution</em>. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu <em><a title="Program komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Program_komputer">program</a></em> tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu sistem komputer.<br />
Ada beberapa jenis <em>remote execution</em>, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yg menggunakan sistem <em><a title="Remote Procedure Call (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Remote_Procedure_Call&amp;action=edit&amp;redlink=1">Remote Procedure Call</a></em> (RPC), yang memungkinkan program untuk memanggil subrutin yang akan dijalankan di sistem komputer yg berbeda.</li>
<li><em>Name server</em> yang berguna sebagai penyimpanan <a title="Basis data" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data">basis data</a> <a title="Nama host" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nama_host">nama <em>host</em></a> yang digunakan pada Internet</li>
</ul>
<p>Desain LAN</p>
<p>Metode Perencanaan LAN. Desain sebuah LAN meliputi perencanaan secara fisik dan logic. Perencanaan fisik meliputi media yang digunakan bersama dan infrastruktur LAN yakni pengkabelan sebagai jalur fisik komunikasi setiap devais jaringan. Infrastruktur yang dirancang dengan baik cukup fleksibel untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa datang. Metode perencanaan LAN meliputi : Seorang administrator network yang bertanggung jawab terhadap jaringan. Pengalokasian IP address dengan subnetting. Peta letak komputer dari LAN dan topologi yang hendak kita gunakan. Persiapan fisik yang meliputi pengkabelan dan peralatan lainnya. Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan LAN adalah lokasi fisik itu sendiri. Peta atau cetak biru bangunan-bangunan yang akan dihubungkan serta informasi jalur kabel (conduit) yang ada dan menghubungkan bangunan-bangunan tersebut sangat diperlukan. Jika peta seperti ini tidak ada maka perlu digambarkan peta dengan cara merunut kabel-kabel yang ada. Pada setiap lokasi (yang dapat terdiri dari beberapa bangunan) harus ditunjuk seorang manajer jaringan. Manajer jaringan harus mengetahui semua konfigurasi jaringan dan pengkabelan pada lokasi yang menjadi tanggung jawabnya. Pembagian ini tidak hanya pada level fisik (media) saja, namun juga pada level logik (network layer), yakni pada tingkat IP address.. Pembagian pada level network membutuhkan segmentasi pada IP Address yang akan digunakan. Untuk itu, dilakukan proses pendelegasian IP Address kepada masingmasing jurusan, laboratorium dan lembaga lain yang memiliki LAN dan akan diintegrasikan dalam suatu jaringan kampus yang besar.</p>
<p>Pengalokasian IP Address</p>
<p>Bagian ini memegang peranan yang sangat penting karena meliputi perencanaan jumlah network yang akan dibuat dan alokasi IP address untuk tiap network. Kita harus membuat subnetting yang tepat untuk keseluruhan jaringan dengan mempertimbangkan kemungkinan perkembangan jaringan di masa yang akan datang. Jika diimplementasikan dalam suatu jaringan saja (flat), maka dengan IP Address ini kita hanya dapat membuat satu network dengan kapasitas lebih dari 65.000 host. Karena letak fisik jaringan tersebar (dalam beberapa departemen dan laboratorium) dan tingkat kongesti yang akan sangat tinggi, tidak mungkin menghubungkan seluruh komputer dalam kantor tersebut hanya dengan menggunakan satu buah jaringan saja (flat). Maka dilakukan pembagian jaringan sesuai letak fisiknya. Pembagian ini tidak hanya pada level fisik (media) saja, namun juga pada level logik (network layer), yakni pada tingkat IP address.. Pembagian pada level network membutuhkan segmentasi pada IP Address yang akan digunakan. Untuk itu, dilakukan proses pendelegasian IP Address kepada masingmasing jurusan, laboratorium dan lembaga lain yang memiliki LAN dan akan diintegrasikan dalam suatu jaringan kampus yang besar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajajaja.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajajaja.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajajaja.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajajaja.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajajaja.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajajaja.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajajaja.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajajaja.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajajaja.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajajaja.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajajaja.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajajaja.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajajaja.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajajaja.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajajaja.wordpress.com&amp;blog=9779924&amp;post=3&amp;subd=ajajaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/tcp-ip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0a3e746c52b700b4ebd9963cc080a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajajaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>modem</title>
		<link>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/modem/</link>
		<comments>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/modem/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 15:43:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajajaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajajaja.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan Modem Sejarah Modem Dennis C. Hayes menemukan modem untuk komputer personal (PC) pada tahun 1977, yang hasilnya mampu mendirikan teknologi paling penting yang membuat dunia sekarang ini bisa menjadi selalu online, serta membangkitkan industri internet menjadi tumbuh berkembang. Ia pertama kali menjual produk modem bernama Hayes kepada par penggemar komputer di bulan April 1977, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajajaja.wordpress.com&amp;blog=9779924&amp;post=4&amp;subd=ajajaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perkembangan Modem</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sejarah Modem</strong></p>
<p>Dennis C. Hayes menemukan modem untuk komputer personal (PC) pada tahun 1977, yang hasilnya mampu mendirikan teknologi paling penting yang membuat dunia sekarang ini bisa menjadi selalu online, serta membangkitkan industri internet menjadi tumbuh berkembang.<br />
Ia pertama kali menjual produk modem bernama Hayes kepada par penggemar komputer di bulan April 1977, dan kemudian mendirikan perusahaan D.C. Hayes Associates, Inc., yang belakangan terkenal dengan nama Hayes Corp., pada Januari 1978. Kualitas dan inovasi dari produk Hayes dihasilkan dalam peningkatan kinerja dan pengurangan biaya sehingga mampu memimpin industri dalam Transisi dari modem leased line ke intelligent dial-up modem untuk PC.<br />
Pada saat ia memulai perusahaannya, Hayes telah berpengalaman lebih dari 10 tahun bekerja dengan sistem komputer mulai dari yang besar hingga yang kecil, telekomunikasi, pengembangan produk manufacturing dan elektronika. Selama mengikuti kuliah di Institut Teknologi Georgia, Hayes berpartisipasi dalam program co-operation yang bekerja untuk AT&amp;T Long Lines. Kemudian ia bergabung dengan Financial Data Services dimana ia bekerja pada sistem dengan mikroprosesor 4-bit pertama. Setelah menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Georgia, Hayes kemudian bekerja untuk National Data Corporation, dimana ia mengembangkan sistem berbasis mikrokomputer agar bisa terhubung ke jaringan. Hayes selanjutnya mengikuti kuliah di School of Management and Strategic Studies di Western Behavior Science Institute.<br />
Perusahaan D.C. Hayes Associates bermula didirikan di rumah Hayes, dimana ia memulainya dengan investasi sebesar $5.000; dan kemudian melejit menjadi perusahaan yang memimpin didunia industri TI. Produk pertamanya adalah modem board untuk bus s-100 dan kemudian untuk komputer Apple II. Memecahkan masalah antar-muka (interface) sehingga memungkinkan komputer-komputer menggunakan sebuah port serial standar untuk mengendalikan fungsi-fungsi modem melalui perangkat lunak, ia menemukan command set untuk Hayes Standard AT yang pertama kali diperkenalkan untuk modem PC di bulan Juni 1981.<br />
Selanjutnya produk Hayes, SmartModem dengan cepat menjadi standar yang dengan kompatibilitas modem telah diukur dengan seksama, sehingga perusahaan kemudian mulai berkembang dengan cepat. Selama lebih dari 20 tahun menjabat sebagai Chairman di Hayes Corp., ia memimpin perusahaannya sebagai seorang visioner yang melihat kesempatan emas untuk mengembangkan alat komunikasi PC dan virtual workplace.<br />
Setelah dengan sukses mengarahkan perusahaan melakukan sebuah merger, yang akhirnya menghasilkan sebuah perusahaan baru yang memiliki kebijakan menjadi perusahaan publik dari Hayes Corporation menjadi Dennis C., Hayes kemudian memutuskan untuk pension sebagai Chairman pada akhir tahun 1998, untuk kemudian melanjutkan ketertarikannya pada industri yang lain, diantaranya pad Association of Online Professionals.</p>
<p><strong>Pengertian Modem</strong></p>
<p>Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut &#8220;modem&#8221;, seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai <a title="Perangkat keras" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_keras">Perangkat keras</a> yang sering digunakan untuk komunikasi pada <a title="Komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer">komputer</a>.</p>
<p>Pada proses pengiriman informasi antara dua lokasi, pengirim dan yang dituju pada dasarnya memerlukan perangkat pengirim (transmitter), perangkat penerima (receiver) dan media transmisi sebagai jalan untuk informasi yang akan dikirim oleh trasmitter untuk kemudian diterima reciever.</p>
<p>Perangkat pengirim harus mempunyai kemampuan untuk menerjemahkan informasi dari suatu bentuk &#8220;antar muka&#8221; baik berupa kata yang ditulis, suara yang diolah maupun obyek gambar diam dan yang bergerak. Ataupun gabungan dari beberapa gambar diam dan yang bergerak, ataupun gabungan dari beberapa obyek informasi menjadi suatu bentuk sinyal tertentu yang siap dikirim. Dalam istilah komunikasi proses ini diistilahkan dengan proses modulasi. Setelah diterima oleh perangkat penerima sinyal hasil modulasi tersebut dikembalikan lagi ke bentuk informasi yang semula untuk kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa manusia kembali. Proses ini dikenal dengan istilah demodulasi.</p>
<p>Proses modulasi dalam konteks modem diartikan sebagai proses pengubahan sinyal data digital menjadi sinyal analog untuk dapat dikirimkan melalui media transmisi (jaringan telepon/PSTN). Sedangkan proses demodulasi adalah kebalikan dari proses modulasi yaitu mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital untuk dapat diteruskan ke parangkat digital. Bila diperhatikan definisi tersebut, maka dapat diartikan perangkat modem adalah sepasang perangkat transmisi untuk mengirimkan informasi dengan modulasi dan mendemodulasi kembali informasi tersebut.</p>
<p>Data dari komputer yang berbentuk <a title="Sinyal digital (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinyal_digital&amp;action=edit&amp;redlink=1">sinyal digital</a> diberikan kepada modem untuk diubah menjadi <a title="Sinyal analog" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinyal_analog">sinyal analog</a>. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti <a title="Telepon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telepon">telepon</a> dan <a title="Radio" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radio">radio</a>. Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada komputer.</p>
<p><strong>Sinyal analog dan sinyal digital</strong></p>
<p>Sinyal analog merupakan bentuk dari komunikasi elektronik. Komunikasi elektonik ini dalam bentuk proses pengiriman informasi pada gelombang elktromagnetik, dan bersifat variabel serta berkelanjutan. Proses pengiriman suara, misalnya pada teknologi telepon, dilewatkan melalui gelombang elektromagnetik ini. Contoh sinyal analog adalah sinyal gambar pada televisi, atau suara pada radio yang dikirimkan berkesinambungan.</p>
<p>Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang mengubah sinyal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (disebut juga dengan biner. Jadi sinyal digital ini disebut sebuah bit. Sinyal digital memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, yaitu:</p>
<ol>
<li>Mampu      mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi      dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.</li>
<li>Penggunaan      yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan      kuantitas informasi itu sendiri.</li>
<li>Informasi      dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.</li>
<li>Dapat      memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara      interaktif.<br />
Komputer mengolah data yang ada adalah secara digital, melalui sinyal      listrik yang diterimanya atau dikirimkannya.</li>
</ol>
<p><strong>Modem terbagi atas:</strong></p>
<p>1.      <em>Amplitude Modulation (AM)</em>, yaitu rangkaian elektronik yang mengubah amplitude gelombang pembawa sesuai dengan amplitude sinyal informasi.</p>
<p>2.      <em>Frequency Modulation (FM)</em>, yaitu rangkaian elektronik yang mengubah frequency gelombang pembawa sesuai dengan perubahan frequency sinyal informasi.</p>
<p>3.      <em>Pulse Modulation (PM),</em> yaitu system modulasi pulsa dapat dibedakan menjadi :</p>
<p>a.   PAM (Pulse Amplitude Modulation), amplitudo gelombang pulsa berubah sesuai dengan perubahan sinyal informasi.</p>
<p>b.   PPM (Pulse Position Modulation), yaitu posisi pulsa berubah sesuai sudut phasa sinyal informasi.</p>
<p>c.   PWM (Pulse Width Modulation), jarak antar pulsa berubah sesuai dengan perubahan frekuensi sinyal pembawa.</p>
<p>4.      <em>Digital Modulation</em>, terdiri dari FSK (Frequency Shift Keying), yaitu pergeseran pulsa pembawa sesuai dengan besar bilangan biner (sinyal analog yang &#8216;<em>dikodekan’)</em></p>
<p><strong>Kecepatan Modem</strong></p>
<p><em>Berikut adalah perbedaan kecepatan modem dalam mendownload file sebesar 10 Mbyte:</em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="213" valign="top">
<p align="center"><strong>Tipe Modem</strong></p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center"><strong>Kecepatan Modem</strong></p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center"><strong>Waktu Transfer</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">Modem Dial-up<strong> </strong></p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">14.400 bps</p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">1,5 jam</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">Modem Dial-up<strong> </strong></p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">28.800 bps</p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">46 menit</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">Modem Dial-up<strong> </strong></p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">56.000 bps</p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">24 menit</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">Modem ISDN<strong> </strong></p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">128.000 bps</p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">10 menit</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">Cable Modem<strong> </strong></p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">4 Mbps</p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">20 detik</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">Cable Modem<strong> </strong></p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">10 Mbps</p>
</td>
<td width="213" valign="top">
<p align="center">8 detik</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="right">Catatan: M = mega, bps = bit per second, 1 byte = 8 bit</p>
<p>Kecepatan transfer data banyak dipengaruhi oleh:</p>
<ul>
<li>Kecepatan komputer anda</li>
<li>Perangkat keras dan lunak yang mengatur alur data      antara jaringan dan internet</li>
<li>Kepadatan lalu-lintas internet yang melalui <em>backbone</em> internet dari penyedia jasa internet</li>
<li>Kemampuan dan kecepatan dari server di mana anda      meminta/mengkases data</li>
<li>Jumlah pengguna yang mengakses suatu server pada saat      yang bersamaan</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Jenis Modem</strong></p>
<p><strong>Berdasarkan Teknologi: </strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Modem Dial-up (Modem Telepon)</strong></li>
</ol>
<p>Modem telepon bekerja dengan menggunakan jaringan wireline yaitu kabel telepon.  Kecepatan dari modem telepon ini bervariasi. Untuk kebutuhan minimal akses internet pada perumahan, koneksi dengan dial-up modem sudah cukup. Pemasangan pada modem dial-up ini prosesnya lebih mudah serta biaya yang lebih murah. Untuk dapat berlangganan internet dengan modem dial-up dapat menghubungi ISP <em>(Internet Service Protocol).</em></p>
<p>Jenis modem dial-up yang beredar di pasaran terdiri dari modem internal dan modem eksternal. Modem internal dipasang pada slot ekspansi mainboard, sedangkan modem eksternal dipasangkan pada komputer dengan menggunakan kabel data serial ataupun kabel data USB.</p>
<p>Di Indonesia, beberapa ISP dapat melayani jasa internet dengan modem dial-up, diantaranya Telkomnet, Indosatnet, Wasantaranet, dan CBNnet. Untuk saat ini, akses internet dial-up dapat dilakukan secara langsung dengan telkomnet@instan. Bila telah memiliki line telepon dari PT. Telkom dapat melakukan konfigurasi atau setting dengan menyediakan modem dial-up.</p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Cable Modem</strong></li>
</ol>
<p>Modem Kabel <em>(Cable Modem) </em>adalah perangkat keras yang menyambungkan PC dengan sambungan TV kabel. Cable modem memiliki cara kerja yang menyerupai cara kerja <em>Network Interface Card (NIC)</em> atau kartu ethernet yang dipasang pada komputer untuk <em>Local Area Network (LAN). </em>Perbedaan cara kerja antara modem dengan ethernet adalah pada masalah jarak. Modem tidak dipengaruhi oleh jarak walaupun hanya memiliki kecepatan sekitar 50 Kbps, sedangkan pada ethernet yang memiliki kecepatan sekitar 10 atau 100 Mbps hanya bisa dalam jarak maksimum kurang lebih 1 km. Kecepatan cable modem berkisar antara 3-56 Mbps, dan bisa bekerja dalam jarak 100 km lebih. Proses kerja dari cable modem adalah memisahkan sinyal dari TV kabel menjadi dua, yaitu sinyal untuk televisi dan sinyal data yang dihubungkan ke cable modem. Kedua sinyal tersebut tidak akan mencampuri satu sama lainnya. Kemudian, cable modem dihubungkan dengan kartu jaringan <em>Network Interface Card</em> yang terdapat dalam <em>PC.</em> Kecepatan data <em>downstream </em>(sinyal masuk) rata-rata berkisar 4-56 Mbps. Sedangkan kecepatan <em>upstream </em>(sinyal keluar) berkisar antara 256 Kbps hingga 3 Mbps.</p>
<p>Walaupun isi cable modem berbeda-beda, pada dasarnya sekarang isinya seperti diilustrasikan di diagram berikut:<strong> </strong></p>
<ul>
<li>Tuner: yang menguhubungkan langsung ke saluran CATV, umumnya menggunakan diplexer sehingga memungkinkan transmisi masuk dan keluar melalui tuner yang sama. Tuner ini harus berkualitas cukup baik untuk menerima sinyal QAM digital yang termodulasi.</li>
<li>Demodulator: sinyal IF yang masuk diterima oleh demodulator yang biasanya terdiri dari penerjemahan Analog ke Digital.</li>
<li>Burst modulator: mengirim sinyal keluar melewati tuner, penerjemah Digital ke Analog.</li>
<li>MAC: Media Access Control, bertugas untuk melakukan ranging yang sangat mirip dengan protokol satelit.</li>
<li>Interface: bisa Ethernet, PCI Bus, USB, atau yang lainnya.</li>
</ul>
<ol>
<li><strong>3. </strong><strong>Modem DSL</strong></li>
</ol>
<p>Saat ini, DSL <em>(Digital Subscriber Line)</em> merupakan pesaing utama cable modem. Ditinjau dari segi kecepatan dan biaya tidak berbeda jauh dengan cable modem. Teknologi untuk modem DSL yang baru tersedia adalah ADSL <em>(Asymmetric Digital Subscriber Line). </em>Di Indonesia, tidak semua daerah terjangkau oleh teknologi DSL. ASDL menggunakan jaringan kabel telepon yang sudah di upgrade atau memiliki <em>enhancement </em>tertentu. ADSL tidak membutuhkan saluran telepon kedua tetapi membutuhkan <em>splitter</em> untuk pembagian antara modem dan telepon. Anda bisa menelepon pada saat yang bersamaan ketika terkoneksi ke internet melalui satu saluran telepon yang sama. Hal ini dimungkinkan karena sistem pada line telepon tersebut dapat membedakan antara transmisi data dengan frekuensi tinggi dan transmisi suara pada frekuensi rendah. Sistem ini masih membutuhkan penyedia jasa internet sendiri, dan pada umumnya ada kerjasama khusus antara penyedia jaringan telepon dan penyedia jasa internet. Kecepatan ADSL tidak terlalu jauh berbeda dengan kabel modem, dimana kecepatan downstream maksimum 1,5 Mbps, dan kecepatan upstream berkisar antara 64 Kbps. Teknologi ADSL akan mengembangkan modem dengan kecepatan 52 Mbps, kurang lebih 50 kali lebih baik dari yang ada sekarang.</p>
<p><strong>Voice Modem</strong></p>
<p>Voice modem adalah istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan sebuah telepon analog modem data dengan built-in kemampuan transmisi dan menerima rekaman suara melalui saluran telepon. Voice modem digunakan untuk telepon dan mesin penjawab aplikasi. Mirip dengan perintah Hayes menetapkan data yang digunakan untuk modem, di mana host PC perintah modem melalui serangkaian perintah yang dikenal sebagai perintah AT, maka ada yang baik ditetapkan set Common AT perintah suara yang agak konsisten di seluruh industri.</p>
<p><strong>Berdasarkan Bentuk Fisik: </strong></p>
<p><strong>Modem Eksternal</strong></p>
<p>Seperti tergambar disamping, perangkat modem eksternal berada diluar CPU. Modem eksternal dihubungkan ke CPU melalui port COM atau USB. Modem jenis ini biasanya menggunakan sumber tegangan terpisah. Keuntungan penggunaan modem jenis ini adalah portabilitasnya yang cukup baik sehingga gampang dipindah-pindah untuk digunakan di komputer lain. Disamping itu dengan menggunakan modem eksternal, tidak perlu ada slot ekspansi yang dikorbankan sehingga bisa dipakai untuk keperluan lain, terutama apabila <em>mainboard </em>yang digunakan hanya menyediakan sedikit slot ekspansi. Modem eksternal juga dilengkapi dengan lampu indikator yang memudahkan kita untuk memonitor status modem. Kerugiannya, harganya lebih mahal dibandingkan dengan modem internal. Modem eksternal juga membutuhkan tempat tersendiri untuk menaruhnya meskipun kecil.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Berikut table pembanding modem eksternal dan modem internal:</em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="312" valign="top">
<p align="center"><strong>Modem Eksternal</strong></p>
</td>
<td width="319" valign="top">
<p align="center"><strong>Modem Internal</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="312" valign="top">
<p align="center">Letaknya terpisah dari PC<strong> </strong></p>
</td>
<td width="319" valign="top">
<p align="center">Dipasang pada slot ekspansi pada mainboard</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="312" valign="top">
<p align="center">Lebih mahal<strong> </strong></p>
</td>
<td width="319" valign="top">
<p align="center">Lebih murah</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="312" valign="top">
<p align="center">Ada   Indikator, sehingga mempermudah memantau status modem.<strong> </strong></p>
</td>
<td width="319" valign="top">
<p align="center">Tidak   adanya indikator,sehingga sulit memantau status modem.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Modem Internal</strong></p>
<p>Berbeda dengan modem eksternal, modem internal terpasang langsung didalam CPU. Secara fisik modem internal berupa sebuah <em>card</em> yang tertancap pada salah satu slot ekspansi pada <em>mainboard</em>. Penggunaan modem jenis ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain lebih hemat tempat dan dari segi harga lebih ekonomis dibandingkan dengan modem eksternal. Karena telah terpasang di dalam CPU, maka modem jenis ini tidak membutuhkan adaptor seperti halnya modem eksternal sehingga sistem terkesan lebih ringkas tanpa ada banyak kabel berseliweran yang bisa memberi kesan kurang rapi. Namun demikian, modem internal memiliki kelemahan berupa tidak adanya indikator sebagaimana yang bisa ditemui pada modem eksternal. Akibatnya agak sulit untuk memantau status modem (walaupun bisa dilakukan lewat <em>software</em>). Selain itu, modem internal tidak menggunakan sumber tegangan sendiri hingga harus dicatu dari <em>power supply</em> pada CPU. Panas dari komponen-komponen dalam rangkaian modem internal juga akan menambah suhu dalam kotak CPU.</p>
<p>Keuntungan dari masing-masing modem :</p>
<p><code>* Internal : Lebih mudah dipasang (atau menjadi mimpi yang paling buruk), biasanya lebih murah karena tidak memiliki case dan power supply terpisah, mencegah orang lain untuk bertindak iseng terhadap modem kita karena terletak di dalam komputer, tidak menggunakan kabel yang semerawut, menghemat tempat, dan juga menghemat uang kalian untuk membeli kabel serial dan kartu serial tambahan apabila PC kalian memiliki port serial yang tidak mendukung UART 16550.</code></p>
<p><code> </code></p>
<p><code>* Eksternal : Biasanya dilengkapi dengan panel atau LED atau LCD yang menampilkan info tentang apa yang sedang dilakukan oleh modem kalian yang mana berguna untuk membantu kita permasalahan yang terjadi. Tidak menggunakan slot di dalam komputer kalian. Dapat di-nyalakan atau di-matikan secara terpisah dari komputer. Lebih mudah dipindah tempatkan (contohnya, kalian dapat menggunakan modem eksternal yang sama untuk komputer desktop ataupun laptop kalian). Di daerah yang rawan dengan masalah petir lebih aman bila menggunakan modem eksternal. Pada beberapa modem memiliki LED atau LCD yang menarik dan mungkin juga berguna. Modem eksternal juga juga memiliki pengatur suara yang memberikan kemudahan kepada kita untuk mengatur besar kecilnya suara dengan cepat dan mudah. Dan juga modem eksternal akan terlihat keren jika ditelakkan pada meja kalian.</code></p>
<p>Jenis apapun yang dipilih baik modem internal ataupun modem eksternal lebih memiliki kecenderungan pada masalah cita rasa pribadi saja. Sebagian orang lebih cenderung untuk memiliki modem internal karena tidak suka terhadap banyaknya kabel, terhindar dari debu, lebih mudah untuk pemindahan komputer, dan tidak usah pusing dengan masalah UART. Tetapi beberapa orang menyatakan bahwa panel pada modem eksternal merupakan hal penting untuk troubleshooting. Jika kalian masih ingin memiliki modem internal dan juga memiliki lampu indikasi seperti yang dimiliki oleh modem eksternal kalian dapat mempergunakan program ModemSta yang merupakan progam “Modem Dashboard” dibuat oleh Ted Johansson yang cukup terkenal atau bisa juga mempergunakan program lain yang sejenis. Fungsi dari program tersebut adalah membuat replika dari lampu modem yang ditampilkan di layar monitor kalian dan juga memberikan fungsi-fungsi tambahan lainnya.</p>
<p><strong>Berdasarkan perkembangan jaman:</strong></p>
<p>Seiring dengan perjalanan waktu maka perkembangan teknologi modem terus mengalami peningkatan dari yang menggunakan teknik modulasi paling sederhana hingga pada teknik modulasi yang canggih. Perjalanan sejarah modem diawali dengan munculnya modem berkecepatan 300 bps kemudian terus meningkat hingga 56,4 Kbps.</p>
<p><strong>a. Modem 300 bps</strong>. Protokol yang pertama kali digunakan dalam modem ini adalah Bell 103 dan V.21 yang dapat mengirim hingga 300 bps dengan teknik modulasi PSK (Phase Sift Keying).</p>
<p><strong>b. Modem 2.400 bps</strong>. Modem ini menggunakan protokol V.26 atau V.22 bis, dengan teknik modulasi PSK atau QAM. Kecepatan yang bisa dicapai adalah 2.400 bps dengan fallback rate 1.200 bps. Maksudnya, bila kondisi saluran yang digunakan tidak memenuhi syarat untuk mencapai kecepatan 2.400 bps maka kecepetannya akan turun secara otomatis menjadi 1.200 bps.</p>
<p><strong>c. Modem 4.800 bps</strong>. Protokol yang dipergunakannya V.27 dengan teknik modulasi PSK. Kecepatan yang bisa dicapai adalah 4.800 bps dengan fallback rate 2.400 bps.</p>
<p><strong>d. Modem 9.600 bps</strong>. Protokol yang digunakan pada modem ini V.29 dengan teknik modulasi QAM. Kecepatan yang bisa dicapai 9.600 bps dengan fallback rate 7.200 atau 4.800 bps.</p>
<p><strong>e. Modem 14.400 bps</strong>. Protokol modem ini menggunakan V.33 dengan teknik modulasi TCM (Trellis Coded Modulation). Kecepatan yang bisa dicapai 14.400 bps dengan fallback rate 12.000 bps.</p>
<p><strong>f. Modem 19.200 bps.</strong> Ia menggunakan protokol V.34 dengan teknik modulasi TCM. Kecepatan yang bisa dicapai 19.200 bps dengan fallback rate 14.400 bps, 12.000 bps dan 9.600 bps.</p>
<p><strong>g. Modem 28.800 bps.</strong> Protokolnya menggunakan V.34 dengan teknik modulasi TCM. Kecepatannya mencapai 28.800 bps dengan fallback rate 14.400 bps.</p>
<p><strong>h. Modem 33.600 bps.</strong> Protokol yang digunakan V.34 dengan teknik modulasi TCM. Kecepatan yang bisa dicapai 33.600 bps dengan fallback rate dan 19.200 bps.</p>
<p><strong>Modem 56 Kbps</strong></p>
<p>Teknologi modem terus berkembang dan untuk saat ini ada beberapa produsen modem yang telah berhasil menciptakan modem generasi terbaru yaitu modem dengan kecepatan 56 Kbps, namun seperti yang terjadi pada generasi sebelumnya, modem ini tidak bisa mencapai kecepatan 56 Kbps setelah terpasang jaringan PSTN.</p>
<p><strong>Berdasarkan media tran</strong><strong>s</strong><strong>misi</strong></p>
<p><strong>Modem ADSL</strong></p>
<p>Salah satu jenis modem berdasarkan media transmisinya, adalah modem ADSL singkatan dari Asymmetric Digital Subscriber Line sifatnya asimetris, kecepatan download lebih besar dari upload atau sebaliknya. Menggunakan jalur kabel telepon, namun menggunakan frekuensi yang berbeda, sehingga, telepon masih dapat digunakan walau terhubung ke internet, bebas gangguan dan cepat. Contoh ISP : Telkom Speedy, Telkom Flash, dll.</p>
<p>ADSL sendiri merupakan salah satu dari beberapa jenis <a title="DSL" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DSL">DSL</a>, disamping <a title="SDSL (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=SDSL&amp;action=edit&amp;redlink=1">SDSL</a>, <a title="GHDSL (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=GHDSL&amp;action=edit&amp;redlink=1">GHDSL</a>, <a title="IDSL (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=IDSL&amp;action=edit&amp;redlink=1">IDSL</a>, <a title="VDSL" href="http://id.wikipedia.org/wiki/VDSL">VDSL</a>, dan <a title="HDSL (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=HDSL&amp;action=edit&amp;redlink=1">HDSL</a>. DSL merupakan teknologi akses internet menggunakan <em>kabel tembaga</em>, sering disebut juga sebagai teknologi suntikan atau <a title="Injection technology (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Injection_technology&amp;action=edit&amp;redlink=1">injection technology</a> yang membantu kabel telepon biasa dalam menghantarkan data dalam jumlah besar. DSL sendiri dapat tersedia berkat adanya sebuah perangkat yang disebut <a title="DSLAM" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DSLAM">DSLAM</a> <a title="(DSL Acces Multiplexter) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=%28DSL_Acces_Multiplexter%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">(DSL Acces Multiplexter)</a>. Untuk mencapai tingkat kecepatan yang tinggi, DSL menggunakan sinyal frekuensi hingga 1 MHz. Lain halnya untuk ADSL, sinyal frekuensi yang dipakai hanya berkisar antara 20 KHz sampai 1 MHz. Sementara untuk penggunaan ADSL di Indonesia dengan program Telkom Speedy, kecepatan yang ditawarkan berkisar antara <em>1024 kbps</em> untuk <a title="Downstream (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Downstream&amp;action=edit&amp;redlink=1">downstream</a> dan 128 kbps untuk <a title="Upstream (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Upstream&amp;action=edit&amp;redlink=1">upstream</a>. Kecepatan downstream inilah yang menjadikan ADSL lebih cocok untuk kalangan rumah tangga. Karena pada kalangan rumah tangga umumnya lebih banyak kegiatan menerima, dibandingkan kegiatan mengirim. Seperti mendownload data, gambar, musik, ataupun video.</p>
<p><strong>Modem SDSL</strong></p>
<p>SDSL or Symetric Digital Subcriber Line biasanya digunakan di Eropa dan mempunyai besaran downstream dan upstream data yang sama yaitu sekitar 128 Kbits/s. SDSL memungkinkan pelanggan untuk memperluas jaringan data di atas jalur telepon yang telah ada.</p>
<p><strong>Cara Kerja Modem</strong></p>
<p>Kebanyakan modem yang digunakan di PC atau laptop dewasa ini adalah dengan menggunakan teknik asynchronous. Asynchronous ini maksudnya bahwa ketika modem ini mengirimkan data tanpa menggunakan clock untuk menyinkronisasikan kegiatan dari kedua sistem yang terhubung. Data dikirim dalam 1 byte yang berada dalam sebuah frame pada satu waktu. Frame tersebut berisikan sebuah start bit, data, dan biasanya satu atau lebih stop bit. Start dan stop bit inilah yang memberitahukan kapan dan dimana data tersebut. Karena fungsi inilah, si penerima akan tahu mana yang data dan mana yang noise, sehingga dapat diketahui mana yang dapat diterima atau tidak. Modem ini juga bisa menggunakan parity sebagai error detection. Ada dua parity yang digunakan, odd dan even. Jenis modem yang menggunakan parity ini sudah jarang digunakan pada masa sekarang ini. StandarISASI Sistem Transmisi Untuk standarisasi sistem transmisi dari modem, maka dua badan dunia yaitu CCITT (<em>Committee Consultative International Telegraphique et Telephonique</em>) dan ITU (International Telecommunication Union), mengeluarkan sebuah standar yang dinamakan V-dot. Standar ini berhubungan dengan kecepatan kerja modem, tipe kompresi data dan penanganan kesalahan data.</p>
<p><strong>Fungsi Modem</strong></p>
<p>Fungsi modem yaitu untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal suara dan juga sebaliknya. Dewasa ini modem telah berkembang dengan berbagai fasilitas yang cukup bermanfaat, misalnya <em>voice modem</em>. Dengan adanya fasilitas voice modem ini, merubah fungsi modem bukan hanya sebagai penyambung ke internet tetapi lebih dari itu, modem dapat menjadi saluran radio, audio, percakapan telepon sampai streaming video.</p>
<p><strong>Cara Penghitungan Subnetting IP</strong></p>
<p>Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: <strong>Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast</strong>.</p>
<p>Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. 24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.</p>
<p>Subnet Mask yang dapat digunakan untuk melakukan subnetting :</p>
<table border="0" cellpadding="0" width="410">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet Mask</strong></td>
<td><strong>Nilai CIDR</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>255.128.0.0</td>
<td>/9</td>
</tr>
<tr>
<td>255.192.0.0</td>
<td>/10</td>
</tr>
<tr>
<td>255.224.0.0</td>
<td>/11</td>
</tr>
<tr>
<td>255.240.0.0</td>
<td>/12</td>
</tr>
<tr>
<td>255.248.0.0</td>
<td>/13</td>
</tr>
<tr>
<td>255.252.0.0</td>
<td>/14</td>
</tr>
<tr>
<td>255.254.0.0</td>
<td>/15</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.0.0</td>
<td>/16</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.128.0</td>
<td>/17</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.192.0</td>
<td>/18</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.224.0</td>
<td>/19</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></td>
<td>
<table border="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet Mask</strong></td>
<td><strong>Nilai CIDR</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.240.0</td>
<td>/20</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.248.0</td>
<td>/21</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.252.0</td>
<td>/22</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.254.0</td>
<td>/23</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.0</td>
<td>/24</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.128</td>
<td>/25</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.192</td>
<td>/26</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.224</td>
<td>/27</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.240</td>
<td>/28</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.248</td>
<td>/29</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.252</td>
<td>/30</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C</strong></p>
<p>Contoh soal :</p>
<p>Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS <strong>192.168.1.0/26</strong> ?</p>
<p><strong>Analisa</strong>: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).</p>
<p><strong>Penghitungan</strong>: Seperti sudah disebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:</p>
<ol>
<li><strong>Jumlah      Subnet</strong> = 2<sup>x</sup>, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir      subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk      kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2<sup>2</sup> = 4 subnet</li>
<li><strong>Jumlah      Host per Subnet</strong> = 2<sup>y</sup> – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu      banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet      adalah 2<sup>6</sup> – 2 = 62 host</li>
<li><strong>Blok      Subnet</strong> = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya      adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah <strong>0, 64, 128, 192</strong>.</li>
<li>Bagaimana dengan alamat <strong>host dan broadcast yang      valid</strong>? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host      pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka      sebelum subnet berikutnya.</li>
</ol>
<table border="1" cellpadding="0" width="420">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>0</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>64</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>128</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>192</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Pertama</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>1</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>65</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>129</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>193</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Terakhir</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>62</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>126</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>190</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>254</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Broadcast</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>63</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>127</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>191</strong></td>
<td>192.168.1.<strong>255</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.</p>
<table border="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet Mask</strong></td>
<td><strong>Nilai CIDR</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.128</td>
<td>/25</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.192</td>
<td>/26</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.224</td>
<td>/27</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.240</td>
<td>/28</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.248</td>
<td>/29</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.252</td>
<td>/30</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B</strong></p>
<p>Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.</p>
<table border="0" cellpadding="0" width="410">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet Mask</strong></td>
<td><strong>Nilai CIDR</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.128.0</td>
<td>/17</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.192.0</td>
<td>/18</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.224.0</td>
<td>/19</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.240.0</td>
<td>/20</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.248.0</td>
<td>/21</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.252.0</td>
<td>/22</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.254.0</td>
<td>/23</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.0</td>
<td>/24</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong></strong></td>
<td>
<table border="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet Mask</strong></td>
<td><strong>Nilai CIDR</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.128</td>
<td>/25</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.192</td>
<td>/26</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.224</td>
<td>/27</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.240</td>
<td>/28</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.248</td>
<td>/29</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.252</td>
<td>/30</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address <strong>172.16.0.0/18</strong>.</p>
<p><strong>Analisa</strong>: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).</p>
<p><strong>Penghitungan</strong>:</p>
<ol>
<li><strong>Jumlah Subnet</strong> = 2<sup>x</sup>,      dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet      adalah 2<sup>2</sup> = 4 subnet</li>
<li><strong>Jumlah      Host per Subnet</strong> = 2<sup>y</sup> – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu      banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet      adalah 2<sup>14</sup> – 2 = 16.382 host</li>
<li><strong>Blok Subnet</strong> =      256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet      lengkapnya adalah <strong>0,      64, 128, 192</strong>.</li>
<li><strong>Alamat host dan broadcast yang valid?</strong></li>
</ol>
<table border="1" cellpadding="0" width="420">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.0</strong></td>
<td>172.16.<strong>64.0</strong></td>
<td>172.16.<strong>128.0</strong></td>
<td>172.16.<strong>192.0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Pertama</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.1</strong></td>
<td>172.16.<strong>64.1</strong></td>
<td>172.16.<strong>128.1</strong></td>
<td>172.16.<strong>192.1</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Terakhir</strong></td>
<td>172.16.<strong>63.254</strong></td>
<td>172.16.<strong>127.254</strong></td>
<td>172.16.<strong>191.254</strong></td>
<td>172.16.<strong>255.254</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Broadcast</strong></td>
<td>172.16.<strong>63.255</strong></td>
<td>172.16.<strong>127.255</strong></td>
<td>172.16.<strong>191.255</strong></td>
<td>172.16.<strong>.255.255</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address <strong>172.16.0.0/25</strong>.</p>
<p><strong>Analisa</strong>: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).</p>
<p><strong>Penghitungan</strong>:</p>
<ol>
<li><strong>Jumlah      Subnet</strong> = 2<sup>9</sup> = 512 subnet</li>
<li><strong>Jumlah      Host per Subnet</strong> = 2<sup>7</sup> – 2 = 126 host</li>
<li><strong>Blok Subnet</strong> =      256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (<strong>0, 128</strong>)</li>
<li><strong>Alamat host dan broadcast yang valid</strong>?</li>
</ol>
<table border="1" cellpadding="0" width="420">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.0</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.128</strong></td>
<td>172.16.<strong>1.0</strong></td>
<td>…</td>
<td>172.16.<strong>255.128</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Pertama</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.1</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.129</strong></td>
<td>172.16.<strong>1.1</strong></td>
<td>…</td>
<td>172.16.<strong>255.129</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Terakhir</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.126</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.254</strong></td>
<td>172.16.<strong>1.126</strong></td>
<td>…</td>
<td>172.16.<strong>255.254</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Broadcast</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.127</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.255</strong></td>
<td>172.16.<strong>1.127</strong></td>
<td>…</td>
<td>172.16.<strong>255.255</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A</strong></p>
<p>Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di <strong>OKTET</strong> mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.</p>
<p>Kita coba latihan untuk network address <strong>10.0.0.0/16</strong>.</p>
<p><strong>Analisa</strong>: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).</p>
<p><strong>Penghitungan</strong>:</p>
<ol>
<li><strong>Jumlah      Subnet</strong> = 2<sup>8</sup> = 256 subnet</li>
<li><strong>Jumlah      Host per Subnet</strong> = 2<sup>16</sup> – 2 = 65534 host</li>
<li><strong>Blok Subnet</strong> =      256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.</li>
<li><strong>Alamat host dan broadcast yang valid</strong>?</li>
</ol>
<table border="1" cellpadding="0" width="420">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet</strong></td>
<td>10.<strong>0.0.0</strong></td>
<td>10.<strong>1.0.0</strong></td>
<td>…</td>
<td>10.<strong>254.0.0</strong></td>
<td>10.<strong>255.0.0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Pertama</strong></td>
<td>10.<strong>0.0.1</strong></td>
<td>10.<strong>1.0.1</strong></td>
<td>…</td>
<td>10.<strong>254.0.1</strong></td>
<td>10.<strong>255.0.1</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Terakhir</strong></td>
<td>10.<strong>0.255.254</strong></td>
<td>10.<strong>1.255.254</strong></td>
<td>…</td>
<td>10.<strong>254.255.254</strong></td>
<td>10.<strong>255.255.254</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Broadcast</strong></td>
<td>10.<strong>0.255.255</strong></td>
<td>10.<strong>1.255.255</strong></td>
<td>…</td>
<td>10.<strong>254.255.255</strong></td>
<td>10.<strong>255.255.255</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Catatan</strong>: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2<sup>x</sup> – 2</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajajaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajajaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajajaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajajaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajajaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajajaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajajaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajajaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajajaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajajaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajajaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajajaja.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajajaja.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajajaja.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajajaja.wordpress.com&amp;blog=9779924&amp;post=4&amp;subd=ajajaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/modem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0a3e746c52b700b4ebd9963cc080a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajajaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/hello-world/</link>
		<comments>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 15:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajajaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajajaja.wordpress.com&amp;blog=9779924&amp;post=1&amp;subd=ajajaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajajaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajajaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajajaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajajaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajajaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajajaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajajaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajajaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajajaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajajaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajajaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajajaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajajaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajajaja.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajajaja.wordpress.com&amp;blog=9779924&amp;post=1&amp;subd=ajajaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajajaja.wordpress.com/2009/10/04/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0a3e746c52b700b4ebd9963cc080a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajajaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
